Home / Narasi Islam / Sosial

Sosial

Masjid Ramah Anak

Ilustrasi - Ramadhan di Masjid Al-Hikmah, Jakarta Selatan (Al-Hikmah)

Agar mereka tertib dan tidak ramai di masjid mungkin kita bisa mengupayakan solusinya. Pertama, sediakan arena bermain untuk anak. Di beberapa masjid sudah melakukannya. Memberikan akses bermain untuk anak. Ada kolam bola, perosotan, atau balon pada sudut masjid. Bahkan ada masjid yang menyediakan minum gratis atau pampers gratis. Pelayanan yang keren sekali. Kedua, pembinaan oleh orang tua. Di rumah orang tua memberikan penanaman nilai tentang adab-adab di masjid. Di antaranya tenang, tidak membuat gaduh atau mengganggu orang shalat. Ketiga, manajemen shaf. Anak-anak diberikan shaf di antara orang dewasa agar dapat mengawasi dan mendisiplinkan mereka. Tentu mereka tidak mau ribut jika ada orang tua di dekatnya. Keempat, pengurus masjid senantiasa tidak bosan memberikan imbauan kepada jamaah masjid. Nasehat yang berulang-ulang diharapkan dapat dimengerti, dipahami dan diterapkan.

Baca selengkapnya »

Stop Makan Mayat Saudaramu!

Ilustrasi Media Ghibah (doc. dakwatuna)

Siapa manusia yang tidak memiliki aib? Sudah pasti tidak ada. Untuk itu agar Allah menutup aib kita di dunia dan akhirat, kita harus pandai-pandai menutupi aib saudara sesama Muslim. Karena seseorang yang suka membuka aib seseorang pasti akan Allah sebarkan aibnya ke seluruh manusia. Siapa pun yang suka melakukan ghibah maka ia juga akan dighibahi oleh orang lain. Tidak ada manusia yang sempurna, kita juga memiliki aib dan kekuarangan.

Baca selengkapnya »

Agar Toleransi Tidak Salah Kaprah

Ilustrasi. (multnomahathleticfoundation.com)

Dengan demikian umat Islam harus bersikap tegas dalam bersikap sehingga umat agama lain memahaminya dan tidak menuduh Islam intoleran gara-gara melaksanakan syariat Islam. Malah umat non Islam yang intoleran jika menghalang-halangi umat Islam menerapkan perintah agamanya. Sehingga gerakan liberalisme yang mengatakan bahwa semua agama adalah benar, maka kemudian dilakukan dialog antar umat beragama untuk mencari titik kesamaannya maka jelaslah bahwa tindakan ini tidak dibenarkan karena secara aqidah, Islam sudah berbeda dengan agama lainnya dan hanya Islam yang benar.

Baca selengkapnya »

Syiar Qurban, Syiar Hak dan Kasih Sayang

Ilustrasi, (inet)

Sejatinya syiar qurban merupakan potret perhatian Islam terhadap hak perhewanan. Di saat banyak yang berbicara tentang berbagai macam hak; hak asasi manusia, hak kesehatan, hak ketenagakerjaan, hak intelektual dan lainnya. Ternyata Islam sangat konsen terhadap hak perhewanan dan itu terlihat jelas setiap kali Idul Adha dan ayyam tasyrik. Lihatlah bagaimana Rasulullah SAW menghormati hak hewan qurban. Kasih sayang Rasulullah SAW terhadap hewan qurban. Setiap kali ingin berqurban beliau SAW akan membeli dua ekor kambing belang (putih hitam) yang besar, gemuk, dan bertanduk sebagai lambang hewan yang sehat.

Baca selengkapnya »

Belajar dari Para Petani

Banyak petani yang beralih ke profesi lain yang lebih menjanjikan.  (satelitpost.co)

Akhir-akhir ini, kondisi iklim kita tidak menentu. Bulan-bulan seperti saat ini, biasanya sudah berada pada musim kemarau, mungkin terik-teriknya. Di saat matahari mulai bergeser ke sisi selatan khatulistiwa. Kini berbeda, musim hujan masih berada diujung masanya. Sesekali kita masih menjumpai hujan di pagi hari atau bahkan di siang hari dan udara dingin terkadang masih menyelimuti malam-malam kita.

Baca selengkapnya »

Makmurkan Masjid Sarana Cinta Allah

Ilustrasi - Shalat berjamaah di masjid. (inet)

Masjid merupakan salah satu sarana pembinaan umat yang mendapat perhatian begitu besar dari Rasulullah Saw. Bahkan, ketika Rasul sampai di Madinah, bangunan pertama yang didirikan adalah masjid yang kemudian dinamai Masjid Nabawi. Oleh karena itu kita sebagai muslim semestinya kita memiliki perhatian dan kecintaan yang besar terhadap Masjid. Kecintaan yang besar kepada masjid akan membuat kita memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap pemakmurannya.

Baca selengkapnya »

Realisasi Peran LAZ Sebagai Mitra Pemerintah Dalam Memandirikan Umat Melalui Advokasi Kebijakan

Sumber: BPS (2011-2015), diolah. (Muhammad Rofik)

Advokasi kebijakan LAZ dan BAZNAS yang bisa dilakukan dalam segi penghimpunan adalah bekerja sama dengan otoritas jasa keuangan dalam bentuk strategi penghimpunan zakat institusi-institusi keuangan yang berada di bawah kendali OJK baik perbankan, industry keuangan non bank dan pasar modal, seperti menetapkan syarat saham-saham yang masuk kategori saham syari’ah melalui penerapan kewajiban zakat yang harus mereka tunaikan. Kemudian dari segi pendayagunaan, LAZ dan BAZNAS bisa bekerja sama dengan kementrian koperasi dan UKM melalui programnya yaitu penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta pendampingan pelaku usaha mikro yang mana memiliki tujuan yang sama dalam rangka memandirikan umat yang terpuruk dalam kondisi kemiskinan agar tidak selamanya mengharapkan pemberian dan belas kasihan orang lain, karena melalui kerja sama ini LAZ dan BAZNAS tidak hanya terbantu dengan sumber daya manusia yang memadai namun Lembaga Amil Zakat juga bisa banyak belajar terkait penyaluran pembiayaan dan pemberdayaan UKM secara professional. Lalu dalam segi penyalurannya, baik dalam bentuk program pendidikan dan kesehatan maka LAZ dan BAZNAS bisa bersinergi dengan Kemendikbud dan Kemenag mengenai program pendidikan bagi masyarakat yang tidak mampu seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan program kesehatan gratis seperti kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diselenggarakan oleh kementrian kesehatan.

Baca selengkapnya »
Figure