Home / Narasi Islam / Sosial

Sosial

Menjadi Manusia yang Seutuhnya

Ilustrasi. (Foto: bernaaltay.com)

“Menjadi manusia” sendiri merupakan sebuah keunggulan, “menjadi manusia” ialah pilihan, di tengah banyaknya orang yang berkoar-koar demi sesuatu yang dapat menghilangkan nilai-nilai kemanusiaannya, semoga Allah Swt. melindungi diri kita, keluarga, serta anak cucu kita dari berbagai kesesatan yang dapat mengotori jiwa. Semoga kita temasuk orang yang “menjadi manusia”, yaitu orang yang senantiasa berupaya menjaga kesucian jiwa dan fitrah kemanusiaannya, dan semoga orang-orang bingung tadi diberi hidayah oleh Allah Swt. Aamiin yaa Rabbal ‘Aalamiin.

Baca selengkapnya »

Ingin Aman, Kokohkan Iman!

(Dok. Hendar Ali Irawan)

Akhlak yang mulia, perangai yang agung, serta tingkah ubudiyyah yang kuat akan berdiri diatas pondasi keimanan yang kokoh. Hil yang mustahal, seorang yang imannya lemah melahirkan karakter mulia, ubudiyah yang kuat. Jadi kuncinya adalah iman yang kuat yang akan membuat kita kuat menjadi seorang Muslim yang kuat secara hati, akal dan amal. Dengan Iman yang kuat, kita akan terselamatkan dari maksiat yang menyengsarakan. Dengan Iman yang kuat, kita termasuk orang beruntung di hari yang tidak ada gunanya harta dan anak keturunan.

Baca selengkapnya »

Faedah Positive Thinking Bagi Kesehatan Tubuh dan Jiwa

Ilustrasi. (inet)

Begitu besar faedah positive thinking bagi kesehatan seseorang yang masih hidup di alam kehidupan nyata ini. Bahkan sampai-sampai alam jagat raya ini ikut membantu mendorong dan menggiring pada apa-apa yang di pikirkan oleh kita. Ayo terbiasakanlah berpositive thinking. Karena keberhasilan dan kesehatan tubuh dan jiwa terjadi kepada orang – orang yang berpositive thinking !

Baca selengkapnya »

Akui Kesalahan, Lanjutkan Perjalanan!

Ilustrasi. (comune.luserna.to.it)

Inilah pentingnya kita mendalami kisah para nabi. Agar kita bisa mendapatkan ilham daripadanya. Karena semua kisah nabi dan rasul akan berujung pada satu kesimpulan, yaitu keteguhan hati berjuang dijalan Allah. Adapun turunannya adalah keteladanan dan kearifan. Dan mengakui kesalahan dalam proses kehidupan, adalah proses yang dilalui juga oleh para nabi dan rasul. Jadi, akumulasi pengalaman kita dalam berproses pada akhirnya akan memberikan kita sebuah karakter diri yang tangguh. Karakter muslim sejati, yang siap memikul amanah umat.

Baca selengkapnya »

Penerapan Sila Kelima

Kondisi ruangan kelas di sebuah Madrasah Ibtidaiyah. (Januarita Sasni)

Aku selalu merasa bersalah saat melafadzkan sila kelima pancasila tersebut, bagaimana pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Aku takut saat nanti diminta bukti sila kelima itu, aku tak dapat menunjukkannya. Kini aku hanya mencoba melebur dalam pengabdian di pelosok Banten, banyak belajar dari mereka yang tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berpangku tangan. Meski kini sila kelima masih belum ku temui, aku masih yakin seiring berjalannya waktu sila kelima itu kan menjadi nyata.

Baca selengkapnya »

Tradisi “Saweran” Tetap Terjaga

Ilustrasi. (Sapto Prio Wawan Hadi Wibowo)

Tradisi yang masih terjaga hingga sekarang, sebuah ajang untuk melatih para siswa berani untuk tampil di depan orang banyak, lebih percaya diri, dapat menyalurkan bakat dan kemampuannya, serta dijadikan ajang untuk menyatunya guru, komite skolah dan orang tua/wali murid. Sebagai tongak kesusksesan sebuah sekolah yang terdiri dari ketiga aspek tersebut, guru, komite dan masyarakat.

Baca selengkapnya »

Hal-hal yang Patut Disyukuri Muslim di Indonesia

Ilustrasi. (tr.forwallpaper.com)

Muslim yang menjalankan ibadah di Indonesia jarang sekali mendapat kendala yang begitu berarti, bahkan niat beribadah dapat tersalurkan dengan baik berkat melimpahnya sarana peribadahan seperti masjid dan sarana penunjang lainnya. Selain memenuhi sarana peribadahan, pemerintah Indonesia juga memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang terkait dengan kehidupan umat Islam, seperti adanya Majelis Ulama Indonesia yang turut menentukan fatwa bagi kehidupan Muslim di Indonesia. Hal ini berbeda dengan umat Muslim yang tinggal di negara minoritas Muslim, di mana setiap Muslim harus mengurusi kebutuhannya sendiri untuk beribadah secara mandiri.

Baca selengkapnya »

Strategi Opini dan Sikap Terhadap LGBT dan Pernikahan Sesama Jenis

Haramnya LGBT (inet)

Saat ini simbol yang dimunculkan ke permukaan oleh kaum LGBT ini adalah pelangi dengan berbagai 'atribut' lain seperti #LoveWins dan lain-lain. Pelangi adalah simbol keragaman saja, ujar Ustadz Akmal. Mereka berusaha merebut simpati dengan secara tidak langsung mengatakan bahwa 'kami hanya beda saja kok dari kalian', sekaligus menuduh siapa saja yang menolak mereka sebagai 'anti perbedaan'. Hashtag #LoveWins juga termasuk kampanye simpatik untuk menunjukkan bahwa yang mereka perjuangkan adalah cinta, hanya saja kebanyakan orang tidak memahami cinta mereka itu.

Baca selengkapnya »