Home / Narasi Islam / Sosial

Sosial

Literasi dan Peradaban Manusia

Ilustrasi. (dakwatuna.com)

Literasi juga berkaitan dengan kekayaan budaya suatu bangsa, banyaknya karya yang ditulis menunjukkan kekayaan pengalaman penduduk dalam menyikapi kehidupannya. Dengan banyaknya karya maka sebakin banyak juga varian bacaan yang akan memperkaya khazanah keilmuan suatu bangsa, begitulah menulis dan membaca menjadi sebuah siklus tak putus yang mengembangkan kesadaran diri akan hausnya ilmu pengetahuan. Dengan demikian literasi menjadi suatu hal penting yang harus dimiliki setiap individu untuk menjalani kehidupannya, kekayaan literasi yang muncul dari setiap individu pun tidak hanya berdampak bagi dirinya sendiri, tapi akan menjadi jembatan perbaikan kualitas peradaban manusia di masa yang akan datang

Baca selengkapnya »

Mari Sadari dan Luruskan Persepsi, Skizofrenia Itu Penyakit Medis, Bukan Mistis

Ilustrasi. (jalbot.blogspot.co.id)

Skizofrenia berasal dari bahasa Yunani yaitu skhizein (belah) dan phrén (an jiwa). Eugene Bleuler memperkenalkan istilah ini pada tahun 1911, maksudnya adalah terpecahnya atau ketidakselarasan antar komponen pembentuk jiwa seseorang, diantaranya proses berfikir, emosi dan perilaku orang tersebut. Skizofrenia umumnya bersifat kronis (menahun) dan tergolong gangguan jiwa berat, karena penderitanya mengalami psikosis yaitu kesulitan untuk menilai realita, membedakan antara kenyataan dengan waham atau delusi yaitu sebuah keyakinan atau pemikiran yang salah, misal seseorang itu merasa dicurigai, diikuti orang yang tidak terlihat dan hal-hal yang sulit dikoreksi oleh orang normal.

Baca selengkapnya »

Miras Sumber Kejahatan

Ilustrasi (Inet)

Melihat keterangan ini, jelas bahwa minuman yang mengandung alkohol baik sedikit ataupun banyak haram dikonsumsi oleh manusia. Jika kita bandingkan dengan argumen Ahok bahwa kandungan alkohol dalam bir hanyalah 5 persen, maka tetap saja bir tersebut haram karena mengandung alkohol. Oleh karena itu, keinginan Ahok agar bir bisa dijual bebas di pasaran sama saja dengan menjerumuskan umat Islam khususnya warga Jakarta dalam keharaman.

Baca selengkapnya »

Menengok Sejarah Pancasila: Ideologi Kebangsaan Berlandaskan Islam

Ilustrasi. (dakwatuna/hdn)

Pancasila sebagai buah perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan begitu diagungkan layaknya barang keramat. Hal ini wajar, karena Pancasila merupakan hasil keringat dan cucuran darah para pejuang bangsa Indonesia selama tiga setengah abad hingga akhirnya diberikan karunia Allah berupa kemerdekaan dan terbebas dari imperialisme Barat. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak pihak yang berusaha menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup menggantikan agama. Agama ingin disisihkan oleh Pancasila, bukannya memberi landasan dan mewarnai Pancasila. Tak ayal, Pancasila pun ingin menggantikan Islam, bukannya Islam yang melandasi Pancasila. Padahal, kata-kata kunci dalam Pancasila seperti “Ketuhanan Yang Maha Esa”, “adil dan beradab”, dan “hikmat” adalah istilah-istilah yang sangat bernuansa Islam.

Baca selengkapnya »

Komunikasi Cinta Bentuk Pribadi Berbudi dan Berkarakter

Ilustrasi (123rf.com/Jasmin Merdan)

Ada 5 bahasa cinta untuk mengisi tangki cinta tersebut. Pertama, Dilayani. Seseorang akan merasa dicintai apabila ia diperhatikan, dilayani kebutuhannya, ditemani. Kedua, Saat-saat Kebersamaan/Berkesan. Seseorang akan merasa dicintai apabila diperlakukan istimewa dengan diajak travelling, kumpul-kumpul, jalan-jalan, atau kegiatan kebersamaan lainnya. Ketiga, Diberi Hadiah. Ada lagi individu akan merasa dicintai ketika ia diberi hadiah di hari-hari spesialnya, ulang tahun, hari perpisahan, hari wisuda ataupun tanpa hari special, apabila diberi hadiah, seorang individu akan merasa sangat bahagia dan tersanjung. Keempat, Sentuhan fisik. Bahasa cinta ini khususnya bagi anak tipe kinestetik, yang menjadikan gerak tubuh sebagai fokus utama. Seseorang dengan bahasa cinta sentuhan fisik ini misalnya dengan disentuh, dibelai, digenggam tanggannya atau dipeluk. Kelima, Kalimat-kalimat pendukung. Seseorang dengan tipe ini sangat sensitive dengan celaan, ledekan atau buli-an.

Baca selengkapnya »

Balada Aktivis Peradaban

Ilustrasi. (inet)

Sekarang tibalah saatnya bagimu untuk mengambil peran, meskipun peran kecil sebagai unsur perubahan, perubahan peradaban yang harus terus menerus di lakukan, sebab perubahan adalah keniscayaan. People change, time change, and the big wave has coming. Sudah sejauh mana diri kita mempersiapkan diri untuk keadaan yang serba tak menentu di masa depan?

Baca selengkapnya »

Kepemimpinan Karismatik

Ilustrasi. (inet)

Pemimpin karismatik memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap kekuasaan, rasa percaya diri, serta keyakinan terhadap cita-citanya. Sebuah kebutuhan terhadap kekuatan motivasi pemimpin karismatik untu mempengaruhi para pengikut. Rasa percaya diri dan pendirian yang kuat meningkatkan kepercayaan para pengikut terhadap berbagai pertimbangan dan pendapat pemimpinnya tersebut. Seorang pemimpin dengan pola ciri seperti di atas memiliki kemungkinan lebih besar dalam mencapai keberhasilan dalam mempengaruhi bawahan.

Baca selengkapnya »

Jayapura, Kota Tempat Sujud Dimulakan

Ilustrasi. (Sunardi)

Allah takdirkan bahwa mentari menyapa lebih dahulu Kota Jayapura baru kota-kota lainnya. Hal ini bermakna bahwa penduduk di Jayapura termasuk orang-orang yang pertama kali bersujud kepada Allah baik dalam shalat malamnya, shalat subuhnya, shalat dhuhanya, shalat zhuhurnya, shalat isya-nya daripada di kota-kota lainnya di muka bumi. Dzikir pagi dan petang yang dilakukan penduduk di Jayapura adalah dzikir terawal dibandingkan kota-kota lainnya di dunia. Jam masuk kerja di kota Jayapura lebih awal daripada lainnya.

Baca selengkapnya »

Kurikulum dan Guru

Ilustrasi. (inet)

Seperti apa yang diungkapkan oleh Asep Sapaat salah seorang praktisi pendidikan yang juga mantan Direktur Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa “Tak ada satu pun model pembelajaran terbaik untuk guru-guru. Yang terbaik, yang tepat ditampilkan di tempat yang tepat dan situasi yang tepat. Tak ada satu pun strategi mengajar yang terbaik. Semua tergantung pada situasi dan waktu yang yang tepat untuk dipraktikan guru. Sedahsyat apa pun kurikulum berbasis saintifik dengan model tematik integratif, jika tidak dipahami dan tak bisa diterjemahkan guru dalam praktik pembelajaran semua hanya isapan jempol belaka”. Itu artinya tak ada metode ataupun strategi terbaik, melainkan ketepatan guru dalam menerapkan metode atau strategi pembelajaran di dalam kelas yang disesuaikan dengan tempat dan situasi yang tepat juga. Tentu hal ini dapat dijadikan bahan refleksi bagi para guru.

Baca selengkapnya »