Home / Dasar-Dasar Islam / Fiqih Islam / Fiqih Kontemporer

Fiqih Kontemporer

Fiqih Toleransi

Ilustrasi. (inet)

Setiap Muslim hendaknya memiliki sikap yang tepat dalam menyikapi perbedaan. Perbedaan yang bersifat furu‘iyah disikapi dengan membenarkan semua yang berbeda, sementara perbedaan us’uliyah perlu ada sikap toleransi yang membiarkan tanpa membenarkan. Bukan sebaliknya, menyikapi perbedaan jenis pertama dengan penuh kebencian dan pertentangan, sebaliknya pada perbedaan jenis kedua seseorang begitu ramah, toleran, dan akomodatif, bahkan kadangkala menyebut semua perbedaan itu adalah sama dan benar. Semoga Allah menuntun sikap dan bentuk toleransi yang benar kepada seluruh umat Islam di dunia.

Baca selengkapnya »

Hukum Pengguguran Kandungan yang Didasarkan Pada Diagnosis Penyakit Janin (Bagian ke-2)

Ilustrasi. (health.kompas.com)

Muhaqqiq (ulama ahli menetapkan hukum) mazhab Hanafi, al-Kamal bin al-Hammam, berkata, "Ini berarti bahwa yang mereka maksud dengan penciptaan atau pembentukan itu ialah ditiupkannya ruh, sebab jika tidak demikian berarti keliru, karena pembentukan itu telah dapat disaksikan sebelum waktu itu."[12] Perkataan al-Allamah (al-Kamal) ini adalah benar, diakui oleh ilmu pengetahuan sekarang.

Baca selengkapnya »

Hukum Pengguguran Kandungan yang Didasarkan Pada Diagnosis Penyakit Janin (Bagian ke-1)

Ilustrasi. (news.softpedia.com)

Kehidupan janin (anak dalam kandungan) menurut pandangan syariat Islam merupakan kehidupan yang harus dihormati, dengan menganggapnya sebagai suatu wujud yang hidup yang wajib dijaga, sehingga syariat memperbolehkan wanita hamil untuk berbuka puasa (tidak berpuasa) pada bulan Ramadhan, bahkan kadang-kadang diwajibkan berbuka jika ia khawatir akan keselamatan kandungannya. Karena itu syariat Islam mengharamkan tindakan melampaui batas terhadapnya, meskipun yang melakukan ayah atau ibunya sendiri yang telah mengandungnya dengan susah payah.

Baca selengkapnya »

Hukum Menggugurkan Kandungan Hasil Pemerkosaan

Ilustrasi. (cccti.edu)

Dr. Musthafa berkata, "Sejumlah saudara kaum muslim di Republik Bosnia Herzegovina ketika mengetahui kedatangan Syekh Muhammad al-Ghazali dan Syekh al-Qardhawi, mendorong saya untuk mengajukan pertanyaan yang menyakitkan dan membingungkan yang disampaikan secara malu-malu oleh lisan para remaja putri kita yang diperkosa oleh tentara Serbia yang durhaka dan bengis, yang tidak memelihara hubungan kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak pula mengindahkan perjanjian, dan tidak menjaga kehormatan dan harkat manusia.

Baca selengkapnya »

Tinjau Ulang Fatwa Haramnya Demokrasi

Ilustrasi. (inet)

Demokrasi Haram, Siapa Diuntungkan? Sebagai contoh apabila seorang mufti berpendapat bahwa demokrasi haram, maka sebelum masalah ini difatwakan harus melalui fase tathbiiq. Ditimbang mashlahah dan mafsadah dari hukum tersebut. Apakah fatwa demokrasi haram menjadi mashlahat bagi umat Islam atau sebaliknya menjadi mafsadah dan menguntungkan musuh Islam.

Baca selengkapnya »

Tidak Dapat Shalat di Awal Waktu dan Berjamaah Karena Pekerjaan, Bagaimana Solusinya?

Ilustrasi. (attaqwamasjid.wordpress.com)

Assalamu’alaikum wr wb. Sebelumnya saya mohon maaf jika mengganggu kesibukan Antum. Ada beberapa pertanyaan terkait dengan shalat tepat waktu dan persepsi shalat pada waktunya. Studi kasusnya seperti ini. Di tempat kerja saya, ada 7 karyawan terdiri dari 6 laki, dan 1 perempuan yang mempunyai peran sesuai dengan jobdesknya masing-masing. Manager, Keuangan, Admin, Kasir, Logistik, dan 2 orang operator mesin.

Baca selengkapnya »