Home / Berita / Internasional / Asia / “Global March to Jerusalem” dan Hari Tanah Palestina

“Global March to Jerusalem” dan Hari Tanah Palestina

Ilustrasi (knrp)

dakwatuna.com – Peringatan Hari Tanah Palestina tahun ini – yang jatuh pada tanggal 30 Maret – akan menjadi peringatan yang istimewa, karena akan digelar sebuah acara berskala internasional sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina dan untuk menyelamatkan kota Yerusalem atau Al-Quds.

Acara itu bertajuk “Global March to Jerusalem” , yaitu aksi jalan kaki atau pawai menuju titik terdekat dengan kota Yerusalem. Aksi ini digagas oleh para aktivis internasional dari Eropa, Asia, Kanada, Amerika dan negara-negara Arab, yang memiliki kepedulian pada rakyat Palestina yang menderita dibawah penjajahan dan penindasan sebuah entitas bernama Israel.

Aksi ini mengundang seluruh warga dunia yang peduli pada Palestina dan antipenjajahan untuk datang ke negara-negara yang bertetangga dengan Palestina, seperti Yordania, Mesir, Libanon, dan Suriah, untuk kemudian secara serentak melakukan pawai damai menuju titik terdekat dengan kota Yerusalem, setidaknya sampai ke perbatasan dengan wilayah Palestina pada tanggal 30 Maret. Aksi serupa juga akan digelar secara paralel di berbagai negara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang penindasan dan kekejaman rezim Israel di Yerusalem, dan bahwa Yerusalem adalah kunci perdamaian di kawasan dan di dunia.

Tujuan aksi “Global March to Jerusalem” adalah mendesak Israel agar membebaskan kota Yerusalem dan penduduknya dari cengkeraman penjajahannya, menghentikan kebijakan apartheid terhadap rakyat Palestina, menghentikan pembersihan etnis Palestina, dan menghentikan kebijakan yudaisasi yang telah merusak dan menodai tanah, tempat-tempat suci di Yerusalem serta melanggar hak-hak warga Palestina dan Arab di Yerusalem.

Aksi itu akan menunjukkan pada dunia bahwa kebijakan dan praktik-praktik rasial yang dilakukan oleh negara zionis Israel di Yerusalem dan penduduknya adalah tindak kriminal, bukan hanya bagi rakyat Palestina tapi juga bagi kemanusiaan. “Global March to Jerusalem, adalah aksi lintas agama dan linta etnis, yang menyatukan semua upaya yang dilakukan oleh rakyat Palestina, Arab, Muslim, Kristiani dan Yahudi, serta semua pihak di dunia untuk menghentikan sikap arogan Israel yang selalu menginjak-injak hukum internasional dengan melanggengkan penjajahannya di Yerusalem dan wilayah Palestina lainnya.

“Global March to Jerusalem” yang baru pertama kali digelar ini, menjadi puncak peringatan Hari Tanah Palestina yang dirayakan rakyat Palestina setiap tanggal 30 Maret. Tahun ini, lewat aksi “Global March to Jerusalem” rakyat Palestina tidak sendirian memperingati Hari Tanah-nya, karena akan mendapat dukungan dari masyarakat dunia yang peduli pada isu-isu Palestina.

Hari Tanah Palestina diperingati untuk mengingatkan rakyat Palestina akan tindakan rezim zionis Israel yang telah merampas ribuan hektar tanah milik publik dan individu di berbagai wilayah di Palestina, khususnya di wilayah Galilea. Perampasan itu mendorong warga Arab di Palestina untuk mendeklarasikan aksi mogok massal, yang ketika itu menjadi perlawanan pertama terbesar rakyat Palestina terhadap rezim Israel sejak Israel menancapkan penjajahannya di Palestina pada tahun 1948.

Rezim zionis merespon aksi mogok itu dengan kekerasan. Militer Israel mengerahkan pasukan dan tank-tanknya untuk menyerbu desa-desa Palestina dan menduduki desa-desa itu. Operasi militer itu menimbulkan banyak korban jiwa di kalangan warga Palestina, serta korban luka-luka. Pasukan zionis juga menangkapi warga sipil Palestina dalam penyerbuan itu. (aisyah/pnn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina