Home / Arsip Kata Kunci: genggam

Arsip Kata Kunci: genggam

Menggenggam Janji Syawal

Ilustrasi (photobucket.com)

“Tentu, aku ingin bertemu lagi dengannya, bercengkrama lagi seperti saat ia datang.” Tak terasa rinai dari mataku membasahi pipi. Perasaan bersalahku semakin dalam. Bagaimana tidak? Saat Ramadhan datang, aku benar-benar tidak menyambutnya dengan baik. Bahkan aku hanya sibuk sendiri dengan urusan duniawi hingga Ramadhan terlalu lama menunggu di pelataran. Bulan Ramadhan datang sebagai bulan Al Quran, bulan kebaikan, bulan pengampunan. Lantas tak banyak yang ku lakukan untuknya. Aku sungguh tidak memberikan segala yang terbaik untuknya. Aku lalai dalam menyambutnya, hingga akhirnya ia pulang dengan rasa kecewa di hatinya. Kini ia sungguh pergi, tapi aku berharap bisa bertemu dengannya lagi tanpa membuatnya merasa perih.

Baca selengkapnya »

Segenggam Wangi dalam Bunga

Ratih selalu hadir dalam suasana ceria di setiap kami berkumpul, ada guratan kebahagiaan di setiap interaksinya, aku penasaran, apakah ada tip-tips yang digunakannya untuk cerianya wajah. Ratih selalu tampil menawan dan jernih, aku melihatnya tak pernah gunakan hiasan wajah dengan kosmetik atau bedak yang biasa tampil di setiap wajah wanita.

Baca selengkapnya »

Allah Yang Maha Menggenggam Jiwa-Jiwa Kita

Allah yang Maha Menggenggam jiwa-jiwa kita, Allah yang Maha Melindungi kita. Segala puji hanya milik Allah yang setiap detik, menit, jam, segala yang terjadi dalam kehidupan manusia tidak keluar dan di luar dari kehendak Allah. Keterbatasan manusia sebagai jiwa yang tidak berdaya bila tanpa kasih sayang Allah, bersifat keluh kesah lagi kikir, bersifat tergesa-gesa, pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata telah mengerdilkan pemahaman dari mengartikan bencana.

Baca selengkapnya »

Lelaki Penggenggam Kairo; Sosok Di Balik Perjuangan Hasan Al-Banna

Jadilah lelaki ini mencetak kitab karyanya yang berjumlah 24 jilid. Kitab itu diberinya judul Al-Fath Ar-Rabbani. Kitab yang berisi hadits Musnad Imam Ahmad yang ia susun sesuai dengan bab berikut ia cantumkan syarahnya. Sebuah karya monumental di tengah keterbatasan yang menghimpit keluarganya. Nama lelaki ini adalah Ahmad Abdurrahman As-Saati, dan putra yang memberinya uang per bulan itu bernama Hasan Al-Banna.

Baca selengkapnya »