Home / Abu Nida

Abu Nida

Alumni Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Sewaktu kuliah, ayah dua orang anak ini aktif di sejumlah organisasi kemahasiswaan. Menjadi Sekretaris Umum Himafai UMG selama dua periode, Kadep Kaderisasi dan MP (Majelis Permusyawaratan) KAMMI Gresik. Pernah juga menjadi Ketua UKMKI Untag Surabaya. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Sekretaris Yayasan Al-Ummah, Ketua Lajnah Tarbiyah Thulabiyah Kabupaten Gresik, dan Trainer Trustco Gresik.

The Winning Generation

Sesungguhnya generasi sahabat telah membuktikan diri mendapatkan kemenangan. Maka, rakyat (baca: umat) yang hidup di bawah naungan kemenangan mereka adalah rakyat yang merasa beruntung dan patut bangga; kebahagiaan ruhaniyah telah mendahului kesejahteraan fisik yang dirasakan sesudahnya. Maka, tidak ada fakta sejarah yang kemudian mencatat “Rakyat meluapkan kegembiraan dengan berakhirnya kekhalifahan Abu Bakar” atau “Rakyat merayakan kebebasan setelah meninggalnya Khalifah Umar”.

Baca selengkapnya »

Ats-Tsawabit Wal-Mutaghayyirat

Saat harakah Ikhwanul Muslimin di berbagai belahan dunia melakukan transformasi dalam ‘bentuk lain’ yang ‘berbeda’ dari tampilannya pada zaman Hasan Al-Banna, banyak komentar yang menganggap bahwa Ikhwan tidak lagi berada dalam asholahnya. Terlebih ketika harakah ini di beberapa negara sering kali melakukan ‘manuver dakwah’ maka suara-suara itu lebih terdengar. Tidak hanya dari orang umum dan simpatisannya, bahkan sebagian kadernya juga ikut terbawa dalam pandangan ini.

Baca selengkapnya »

Allah, Kokohkan Kaki Kami di atas Jalan-Mu

Buku Allah, Kokohkan Kaki Kami di atas Jalan-Mu ini sebenarnya adalah kompilasi rubrik Ruhaniyat di Majalah Tarbawi. Rubrik Ruhaniyat sendiri merupakan rubrik yang hadir di setiap edisi, dan diasuh oleh Muhammad Lili Nur Aulia. Artikel terakhir yang dimuat di buku ini adalah dari edisi 220 Majalah Tarbawi, yakni edisi kedua bulan Januari 2010, tepat seperti bulan diterbitkannya buku ini.

Baca selengkapnya »

Urgensi Al-Qudwah di Jalan Dakwah

Kita sedang meletakkan pondasi kokoh untuk bangunan besar yang merupakan mega proyek dakwah. Peletakan dasar pondasi setiap bangunan adalah tahapan paling krusial dan sulit dalam proses pembangunan sebuah bangunan. Sedangkan bangunan yang hendak dibangun itu adalah daulah islamiyah, khilafah islamiyah. Tetapi kita tidak menginginkan daulah atau khilafah yang sekedar simbol tanpa substansi. Juga bukan daulah atau khilafah rapuh yang sekali berdiri kemudian dengan mudah dirobohkan kembali, diporakporandakan musuh-musuh Islam.

Baca selengkapnya »

Tarbiyah Politik Hasan Al-Banna

Melalui buku At-Tarbiyah As-Siyasiyah Inda Hasan Al-Banna, yang diterjemahkan menjadi Tarbiyah Politik Hasan Al-Banna ini, Dr. Yusuf Qaradhawi mengupas dimensi aspek politik yang orisinil dan detail tentang aspek politik dalam metode tarbiyah yang digagas oleh Hasan Al-Banna. Buku yang diterbitkan dalam rangka memperingati seratus tahun kelahiran Hasan Al-Banna ini diselesaikan Dr. Yusuf Qaradhawi dengan terlebih dahulu mengkaji perkataan Hasan Al-Banna melalui berbagai kumpulan risalahnya, kemudian melakukan muqaranah (komparasi) antara perkataan Hasan Al-Banna satu sama lain, dan metode an-naqd al-‘ilmi al-maudhu’i (kritik ilmiyah tematik).

Baca selengkapnya »

Tegar di Jalan Dakwah

Buku Tegar di Jalan Dakwah adalah karya Ust. Cahyadi Takariawan setelah Buku Menyongsong Mihwar Daulah. Tampaknya dua buku ini sengaja ditulis oleh Ust. Cahyadi Takariawan di akhir mihwar muassasi ini –biidznillah- sebagai kontribusi beliau kepada jamaah dakwah dan segenap aktivisnya agar benar-benar siap saat memasuki mihwar daulah nanti.

Baca selengkapnya »

Melindungi, Mencintai…

Sekarang? Masih banyak penghinaan wanita dalam bentuknya yang berbeda. Dalam balutan “modernitas” wanita direndahkan dengan cara yang lain. Dieksploitasi, difungsikan sebagai “marketing tools” dan pemuas nafsu kapitalisme. Kecantikan, keindahan kulit, dan keelokan tubuh menjadi standar “nilai jual” mereka.

Baca selengkapnya »

Faktor-Faktor Pengubah Fatwa

Para ulama’ telah menjelaskan bahwa fatwa bisa berubah. Karenanya kita dapati para ulama’ (bahkan Rasulullah) pernah memberikan fatwa yang berbeda untuk permasalahan yang sama. Lebih jauh bahkan Imam Syafi’i memiliki kumpulan fatwa baru (qaul jadid) yang berbeda dari fatwa-fatwa lama (qaul qadim). Faktor yang mempengaruhi perubahan fatwa itu adalah: perubahan tempat, perubahan waktu, perubahan kondisi, dan perubahan tradisi (‘urf).

Baca selengkapnya »

Menyongsong Mihwar Daulah

Ada empat mihwar yang harus dilalui dakwah ini untuk mewujudkan visi yang dicita-citakannya; mihwar tanzhimi, mihwar sya'bi, mihwar muassasi, dan mihwar daulah. Mihwar Daulah ditandai dengan penetrasi dakwah ke pemerintahan dan lembaga-lembaga negara. Dakwah pada mihwar ini, dengan demikian, mampu mempengaruhi dan mengelola negara sehingga kebijakan-kebijakannya sesuai dengan nilai-nilai Islam. Pada akhirnya, rakyatlah yang akan merasakan keadilan dan kesejahteraan dari negara yang kita cintai bersama.

Baca selengkapnya »

Ma’alim fi Ath-Thariq (Review)

Ma'alim fi Ath-Thariq adalah buku yang fenomenal dan revolusioner. Mengapa fenomenal? Sebab buku ini telah membuat penulisnya, Sayyid Quthb, digantung. Sedangkan para pembacanya di banyak negara, dicurigai; kalau-kalau mereka bisa menjadi teroris. Buku ini sempat dilarang di beberapa negara yang represif seperti Mesir, negara asal Sayyid Quthb dan Ma'alim fi Ath-Thariq.

Baca selengkapnya »