Organization Archives: SGI

Kurikulum dan Guru

Seperti apa yang diungkapkan oleh Asep Sapaat salah seorang praktisi pendidikan yang juga mantan Direktur Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa “Tak ada satu pun model pembelajaran terbaik untuk guru-guru. Yang terbaik, yang tepat ditampilkan di tempat yang tepat dan situasi yang tepat. Tak ada satu pun strategi mengajar yang terbaik. Semua tergantung pada situasi dan waktu yang yang tepat untuk dipraktikan guru. Sedahsyat apa pun kurikulum berbasis saintifik dengan model tematik integratif, jika tidak dipahami dan tak bisa diterjemahkan guru dalam praktik pembelajaran semua hanya isapan jempol belaka”. Itu artinya tak ada metode ataupun strategi terbaik, melainkan ketepatan guru dalam menerapkan metode atau strategi pembelajaran di dalam kelas yang disesuaikan dengan tempat dan situasi yang tepat juga. Tentu hal ini dapat dijadikan bahan refleksi bagi para guru.

Baca selengkapnya »

Perjuangan SGI XVI di Ibu Kota Jakarta

Setelah diterimanya sebagai guru pendamping didaerah penempatan kami sedikit menghela nafas. Karena dengan keadaan tersebut kami akan menjalankan program selama satu tahun. Perjuangan awal yang kami lakukan adalah melakukan koordinasi dengan beberapa tokoh setempat. Tokoh tersebut antara lain RW, RT, Tokoh Pendidikan, Tokoh Agama, Staf dan Pemuda karang taruna yang menjadi penguat kita dalam berjuang.

Baca selengkapnya »

Awal Perjalanan Pejuang Pendidikan SGI di Ibu Kota Jakarta

Sedih rasanya mendapat jadwal keberangkatan penempatan yang terakhir dibanding dengan teman-teman SGI XVI lainnya. Keberangkatan penempatan SGI XVI dimulai di hari Senin (08/2/2016) dini hari sampai hari Selasa (09/2/2016). Pemberangkatan pertama dilakukan oleh tim luar Jawa disusul oleh tim Jawa siang hari sampai hari Selasa. Penempatan kali ini sedikit berbeda dengan penempatan sebelumnya.

Baca selengkapnya »

Jangan Tinggalkan Kami Bu Guru

“Kenapa nangis sih, sayang?” tanyaku penasaran. “Aku sedih, ibu sebentar lagi gak di sini. Ibu guru, jangan tinggalkan kami.” jawabnya sambil menangis. “Ibu guru jangan pergi, nanti gak ada yang ajari kami lagi.” lanjutnya sambil menangis. Aku hanya bisa terdiam membisu. Tanpa kata, hanya bisa terharu melihat anak ini menangis. Terimakasih anak-anak, semoga di lain waktu kita akan bertemu kembali.[]

Baca selengkapnya »

Jejak Guru 12 Purnama

Sepuluh bulan berlalu masa pengabdian itu PR ku sebagai relawan belum juga tuntas, di semester pertama tahun 2015, aku berinisiatif membuat program rutin mingguan di sekolah berupa diskusi mingguan, minimal dengan program-program tersebut bisa menjadi ajang untuk merefleksi diri, awal agustus 2015 aku mengundang guru-guru di sekolah termasuk kepala sekolah untuk memusyawarah rencanaku tersebut, sebagian besar guru-guru mendukung rencanan tersebut adapun rencana yang akan di lakukan di sisa waktu masa pengabdianku adalah melaksanakan kegiatan diskusi mingguan dan lesson study setiap 2 kali seminggu, hal ini aku lakukan untuk mengajak guru-guru di sekolah penempatanku mengupgrade pemikiran bahwa menjadi guru bukan sekedar masuk kelas .

Baca selengkapnya »

Guru Batas Negeri dari Tanah Pasundan (Bagian ke-1)

Belajar di alam merupaka metode yang baik dalam mengasah kreatifitas peserta didik. Alam memberikan banyak hal yang dapat kita pelajari. Selain itu juga suasana yang segar bisa menjadikan mereka lebih termotivasi lagi dalam belajar. Metode lain yang sering saya pakai adalah metode parodi. Metode yang menyetting pembelajaran menjadi sebuah permainan ataupun nyanyian. Dengan beragam metode tersebut dapat dipastikan bahwa anak-anak tidak akan merasa jenuh ketika belajar. Karena mereka selalu terus penasaran pada kegiatan pembelajaran selanjutnya.

Baca selengkapnya »