Home / Phisca Aditya Rosyady

Phisca Aditya Rosyady

Phisca Aditya Rosyady
Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Korea Selatan Periode 2017-2018. Ketua Indonesian Muslim Student Society in Korea Periode 2016-2017. Lulusan master di Computer Science and Engineering Seoul National University, pernah menjadi Researcher Assistant di Sungkyunkwan University, Korea. Suka traveling, menulis, coding, dan blogging. Memiliki semboyan, beraksilah niscaya Allah akan mereaksikan ikhtiarmu!

Ice Skating Bareng Warga Muhammadiyah Korea Selatan

Bertempat di Yeouido Ice Ring, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Korea Selatan menggelar Temu Warga Muhammadiyah sekaligus bermain Ice Skating bersama. Hadir dalam acara tersebut beberapa jamaah yang notabene berasal dari Korea Selatan sisi utara mulai dari Seoul, Anyang, dan Suwon. Warga Muhammadiyah yang hadir meliputi dosen, pelajar, dan buruh migran Indonesia (BMI).

Baca selengkapnya »

Sesabar Penantian, Sedekat Kepasrahan

Seorang muslim tentunya mengimani hidup dengan segala kepastianNya, juga menghidupi iman dengan segala kebenaranNya. Allah telah menggariskan kisah kita di lauhul mahfudz, secara menyeluruh tanpa ada kerumpangan dalam skenarioNya. Tanpa lagi kita menanti, bahkan Allah sudah jauh-jauh sebelumnya, menyiapkan keparipurnaan perjalanan hidup ini. Jadi, jangan risau dan gegabah dalam penantian itu, tenanglah...apa yang kita nanti ia pun akan datang dengan sendiri untuk menyempurnakan kisah kita. Sesederhana kata-kata yang bersiap mengisi jeda kekosongan kalimat. Penantian pun demikian, ia akan merangkaikan kisah-kisah kita agar menjadi paripurna.

Baca selengkapnya »

Muhammadiyah Korsel Ajak Muslim di Korea Bersiap Menyambut Ramadhan

Ustadz Dayat menyampaikan ada 4 hal yang harus menjadi perhatian kaum Muslim untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Persiapan yang pertama adalah persiapan Ruhiyah yakni persiapan hati kita dalam menghadapi bulan Ramadhan. Persiapan kedua adalah Jasadiyah atau fisik kita yang akan dijadikan sebagai perantara dalam beribadah, terlebih bagi ummat muslim di Korea yang akan berpuasa lebih kurang 15 jam dalam seharinya. Sedangkan untuk persiapan ketiga adalah Tsaqofiyah atau kesiapan keilmuan kita, Keilmuan bagaimana kita benar-benar memahami pelaksanaan bulan Ramadhan agar sesuai tuntunan yang sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Persiapan terakhir adalah persiapan amaliyah, dengan berinfak, dan bershodaqoh bisa kita persiapkan sebagai persiapan amaliyah kita menuju bulan suci.

Baca selengkapnya »

Ibu, Tak Ingin Aku Menjadi Alqamahmu

Sebuah kisah yang maha dahsyat pernah terjadi di masa Rasulullah SAW, tentang seorang anak dan ibunya. Cukup haru jika kita mengiktibari dengan seksama. Di mana dalam kisah tersebut diceritakan bahwa ada seorang laki-laki bernama Alqamah, sejatinya dia adalah pribadi yang rajin beribadah dan menghamba padaNya. Namun tatkala dia akan menemui ajalnya, dia kesulitan melafazkan kalimah thayyibah. Sampai akhirnya sang istri menyampaikan hal ini kepada Rasulullah SAW.

Baca selengkapnya »

Karena Sakura Selalu Menepati Janjinya

Dari sini kita bisa belajar dua hal yang dicontohkan bunga sakura ini, pertama adalah belajar tentang konsistensi dalam berjanji dan menepatinya dan kedua belajar akan arti kebermanfaatan hidup. Sakura meski pergi di saat musim semi usai dan meski mungkin "ditangisi" oleh orang banyak, ia seolah ingin menyampaikan pesan untuk menenangkan orang-orang yang bersedih dengan berjanji bahwa ia akan kembali di kesempatan lain. Tak berhenti di situ saja, meski waktu telah berjalan cukup panjang, meski musim silih berganti namun ia akan menepati janjinya untuk kembali hadir mengiringi datangnya musim semi. Seraya dengan itu kehadirannya selalu menghadirkan kebermanfaatan kepada lingkungannya melalui keindahan dalam dirinya.

Baca selengkapnya »

Allah SWT Sebaik-Baik Penolong

Harus kita akui kita sebagai manusia yang lemah tentunya hanyalah mendamba pertolongan dari satu-satunya dzat yang Maha Penolong, An Nashr. Allah SWT. Percayalah, Allah akan selalu ada saat kita membutuhkannya, asalkan kita selalu dekat dengan-Nya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dekat dengan-Nya karena hidupnya pasti akan dipenuhi dengan ketentraman dan ketenangan karena Penolong yang sebenar-benar Penolong ada selalu di dekatnya, Allah SWT.

Baca selengkapnya »
Organization