Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Karena Sakura Selalu Menepati Janjinya

Karena Sakura Selalu Menepati Janjinya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Sakura di Kompleks Kampus Seoul Nat`l Univ of Science and Technology. (facebook.com)
Sakura di Kompleks Kampus Seoul Nat`l Univ of Science and Technology. (facebook.com)

dakwatuna.comAnd fulfill the covenant of Allah when you have taken it, and do not break oaths after their confirmation while you have made Allah , over you, a witness. Indeed, Allah knows what you do. (An Nahl 16: 91)

Bunga Sakura identik dengan bunga yang selalu mekar di Musim Semi. Banyak orang yang selalu menantikan mekarnya bunga yang termasuk dalam familia Rosaceae dan genus Prunus ini. Bukan hanya karena warnanya yang khas, namun Sakura memang memiliki arti tersendiri bagi masyarakat kita, khususnya di Jepang ataupun negara-negara yang memang selalu diwarnai Sakura di setiap musim seminya, termasuk Korea Selatan. Sakura memiliki filosofi tentang menjaga janji. Sebelum membahas lebih lanjut kita kenali terlebih dahulu apa itu arti sakura. Asal-usul kata “sakura” adalah kata “saku” (bahasa Jepang untuk “mekar”) ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak “ra“. Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossoms. Seperti yang kita ketahui, Sakura berbunga setiap tahun sekali yakni di musim semi, setelah salju mulai mencair di penghujung musim dingin. Mulai Februari hingga mungkin sekitar bulan April, mungkin akan berbeda di satu tempat dengan tempat lainnya.

Janji selalu ditepatinya, itulah yang mungkin ingin disampaikan Tuhan dalam ayat kauniyahnya kepada kita melalui makhluk indah bernama sakura itu. Sakura adalah bunga “janji”, meskipun suatu saat musim semi telah berakhir dan sakura harus meninggalkan kita, namun ia juga selalu meninggalkan janji untuk kembali menyambangi kita di setahun berikutnya. Tentu setahun bukan waktu yang singkat bagi kita yang selalu merindukan kehadiran kembali mekarnya bunga sakura. Namun meski demikian kita akan selalu tenang dalam penantian itu, karena sekali lagi Sakura akan hadir untuk menepati janjinya yang ia pernah ucap. Ia akan kembali menebarkan senyum dan semerbaknya untuk kita semua. Kembali membersamai kita selama musim semi berlangsung. Dan tak hanya janji yang ia tepati, Ia pun akan memberikan keindahan-keindahan dalam dirinya kepada kita sang penikmat bunga berwarna pink ini, mungkin inilah wujud kebaikan yang ingin ia persembahkan kepada kita yang telah setia menunggu kehadirannya.

Dari sini kita bisa belajar dua hal yang dicontohkan bunga sakura ini, pertama adalah belajar tentang konsistensi dalam berjanji dan menepatinya dan kedua belajar akan arti kebermanfaatan hidup.  Sakura meski pergi di saat musim semi usai dan meski mungkin “ditangisi” oleh orang banyak, ia seolah ingin menyampaikan pesan untuk menenangkan orang-orang yang bersedih dengan berjanji bahwa ia akan kembali di kesempatan lain. Tak berhenti di situ saja, meski waktu telah berjalan cukup panjang, meski musim silih berganti namun ia akan menepati janjinya untuk kembali hadir mengiringi datangnya musim semi. Seraya dengan itu kehadirannya selalu menghadirkan kebermanfaatan kepada lingkungannya melalui keindahan dalam dirinya. Dari sinilah orang-orang pasti akan selalu menantikan kehadirannya. Semoga kita bisa mengiktibari kehidupan Sakura dalam kehidupan kita, selalu memberikan arti kepada lingkungan kita dan tentunya selalu menjaga akan sucinya janji yang kita ucapkan.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Phisca Aditya Rosyady
Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Korea Selatan Periode 2017-2018. Ketua Indonesian Muslim Student Society in Korea Periode 2016-2017. Lulusan master di Computer Science and Engineering Seoul National University, pernah menjadi Researcher Assistant di Sungkyunkwan University, Korea. Suka traveling, menulis, coding, dan blogging. Memiliki semboyan, beraksilah niscaya Allah akan mereaksikan ikhtiarmu!

Lihat Juga

Refleksi 29 Mei 564 Konstantinopel: Seorang Muhammad Al-Fatih, Sosok ‘Sosial Engineer’

Figure
Organization