Home / Azies Rachman, M.E

Azies Rachman, M.E

Seorang hamba Allah yang sangat ingin menginjakan kaki di syurga tertinggi. S2 Magister Ekonomi Islam Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Program Kaderisasi Seribu Ulama (KSU) DDII-BAZNAS. Sharia Financial Planner.

Dari Kematian, Kita Tentukan Akhir Kehidupan

Maka semulia apa pun hati ataupun kedudukan yang terancang dan tercitra di hadapan manusia, harapan akan pertolongan pada keistiqomahan ta’at dan iman haruslah senantiasa ditujukan pada Allah ‘Azza wa Jalla. Dialah yang menggenggam setiap jiwa dan Dialah yang menentukan segalanya. Allahu Robbi, sebanyak doa baik pada hari ini dan istighfar penuh mohon ampunan yang tercurah, moga terijabah dan menjadi bekal terindah di akhir kehidupan nanti.

Baca selengkapnya »

Muhasabah di Atas Sajadah

Segala yang dilakukan manusia kelak akan berdampak pada hisab mereka di hari akhir. Masa yang tiada lagi berguna kedudukan, anak dan harta. Hanya amal diri yang dipersaksikan di hadapan Sang Robbi. Tak lebih dari itu. Jika saat hidup di dunia cara terjahat yang direncanakan dapat dilakukan guna mengelak dari hukum pengadilan, maka di akhirat semuanya menjadi tak berguna. Bahkan hal tersebut hanya akan menjadi bumerang yang terus akan menambah dosa-dosanya di hadapan Allah SWT.

Baca selengkapnya »

Laa Tahzan, Masih Banyak Kebahagiaan

Bahagia itu cinta, bahagia itu suka, bahagia itu bebas dari rasa sedih, bahagia itu …… Ada banyak cara mendefiniskan diksi ini. Bukan sekadar kata yang menggugah semangat seseorang untuk menatap masa depan dengan optimis, tapi hal ini berlaku lebih dari sekadar itu. Ia adalah bagian dari tarekat seorang hamba menuju konsistenitas keridhaan hanya pada Allah SWT.

Baca selengkapnya »

Akhir Kehidupan Sang Dermawan

Kedermawannanya itupun membuat hatinya senantiasa dihidupkan oleh Allah SWT untuk senantiasa mengingat dan mentadaburi ayat-ayatnya. Hingga di akhir kehidupan laki-laki shalih dermawan tersebut saat kematian hendak menjemput, ia masih sempat untuk melafazkan satu ayat kala nyawanya hendak terhempas: “Untuk kemenangan serupa ini, hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja”(Ash-Shaffat [37]: 61)

Baca selengkapnya »

Rezeki Berkah, Cukup, Bahkan Bertambah

Rezeki dari sebuah hasil ikhtiar halal dan thoyyib, yang takaran besar kecilnya tidak lagi ditentukan oleh serangkaian ukuran kuantitas semata. Tingkat keimanan yang disandarkan pada ‘iffah diri untuk bisa mandiri yang disertai dengan kesyukuran terhadap limpahan-Nya dan tak hendak bergantung kecuali pada Allah SWT semata. Insyaa Allah rezeki berkah, jalanpun mudah. Segalanya tercukupi bahkan kebaikan yang ada akan terus bertambah. Kemudahan jalan yang diberikan pada hamba-hamba-Nya yang totalitas beriman dan bertaqwa, demi tercapainya akhir yang mulia yang berujung pada keridhlaan Allah ‘Azza wa Jalla.

Baca selengkapnya »

Catatan Hati untuk Calon Istri

Aku hanya ingin menyempurnakan separuh agama bersamamu. Berusaha ta’at dan mengikuti jejak Rasulullah SAW. Aku sangat berharap, di masa penantian ini, kita sama-sama terus memperbaiki diri dan senantiasa memanjatkan do’a pada Allah SWT. Semoga yang kita rencanakan bisa dilaksanakan, semoga tak ada rintangan apapun menghadang dan semoga Allah SWT meridhai setiap langkah yang kita lakukan.

Baca selengkapnya »

Cinta Sepasang Kakek dan Nenek

Sepenggal kisah dari sucinya cinta orang tua, cinta sepasang kakek dan nenek yang muda dan menua bersama. Semoga setiap insan yang saling mencintai, bisa mempertahankan, melanggengkan dan membersamai cintanya hingga tua nanti. Menancapkan labuhan kerinduannya serta menikmati masa tuanya dalam genggaman rasa kasih sayang yang dalam, hanya pada Allah SWT semata.

Baca selengkapnya »

Gurat Kerinduan di Wajahmu, Ibu

Semakin menua, merenta, melemah dan kekuatan tubuhnya tak secekat kala ia muda. Ibu, di balik segala keriput yang mulai nampak di wajahnya. Gurat-gurat yang menandakan bahwa usianya semakin tua, ada segenggam harapan dan kerinduan yang ia simpan. Ia rindu kala masa kecilmu penuh kekanak-kanakan. Ia rindu kala masa kecilmu penuh kedekatan. Ia rindu kala masa kecilmu sangat ingin diperhatikan. Ia sangat merindukan kehadiran buah hatinya ada senantiasa dekat di sisinya. Tak berharap jauh dari itu. Namun kini seiring waktu panjang yang mungkin terhabiskan di luar, boleh jadi, hanya ada kerinduan yang terus ia pendam menanti kedatanganmu duhai anak-anaknya yang semakin jauh.

Baca selengkapnya »