Home / Berita / Internasional / Asia / Dalam 4 Bulan, Rezim Suriah Ciptakan 129 Ribu Pengungsi

Dalam 4 Bulan, Rezim Suriah Ciptakan 129 Ribu Pengungsi

Pengungsi menyelamatkan diri dari kekejaman rejim Asad di Suriah (islammemo)
dakwatuna.com – Damaskus. Sebanyak 129 ribu warga Suriah terpaksa mengungsi dan meninggalkan kampung halaman mereka. Angka tersebut tercipta hanya dalam waktu 4,5 bulan di tahun 2018 menyusul sejumlah serangan yang digencarkan rezim Suriah dan sekutunya.

Dilansir dari Yenisafak Arabic, hal itu terungkap melalui penelitian yang diselenggarakan oleh satu lembaga kemanusiaan lokal di negara itu.

“Proses pengusiran paksa di Suriah tahun 2018, mulai tanggal 14 Maret hingga 31 Juli, jumlah pengungsi paksa dari timur Suriah telah mencapai 128.926 orang,” tulis laporan yang dirilis pada Senin (17/12) kemarin tersebut.

Ditambahkan, proses pengusiran terbesar terjadi pada tanggal 14 Maret hingga 10 Mei di provinsi Ghouta. Jumlah pengungsi dari wilayah tersebut mencapai 73.964 orang. Sebagian mereka melarikan diri ke wilayah yang dikuasai oleh kelompok oposisi di Idlib.

Sementara pengungsi dari desa-desa di timur Suriah jumlahnya mencapai 9.250 orang. Mereka juga melarikan diri ke Idlib yang masih dikuasai kelompok oposisi. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Arab Saudi Bantah Berencana Buka Kembali Kedubes di Damaskus

Organization