Home / Berita / Internasional / Asia / Mantan PM Suriah: Rusia Salah dalam Mendukung Rezim Bashar Assad

Mantan PM Suriah: Rusia Salah dalam Mendukung Rezim Bashar Assad

Presiden Rusia (tengah), bersama dengan Bashar Assad (kiri). (Aljazeera.net)
dakwatuna.com – Doha. Mantan Perdana Menteri Suriah Riyad Hijab mengelak pernyataan bahwa pasukan rezim Bashar Assad telah memenangi perang sipil 7 tahun di Suriah. Bahkan, ia menyebut Rusia melakukan kesalahan dengan mendukung rezim Suriah.

“Rezim tidak memiliki (kekuatan) yang cukup atau kemampuan militer untuk mengendalikan Idlib,” kata Hijab saat wawancara dengan Al Jazeera Tv.

“Kita semua tahu, begitu pula dengan Assad dan para petingginya, bahwa mereka berada di bawah perlindungan dan perwalian dari pasukan khusus Rusia,” imbuhnya.

Hijab juga adalah mantan negosiator oposisi. Menurutnya, tanda-tanda kelemahan dalam tubuh rezim Suriah sudah sangat jelas terlihat.

“Rezim ini dalam kondisi terburuk,” jelasnya. “Saat ini, Rusia bekerja untuk membubarkan milisi pro-rezim.”

“Cepat atau lambat, Rusia akan menyadari bahwa Assad tidak cukup layak mendapatkan semua upaya dan dukungan ini, dan Rusia telah melakukan kesalahan dalam mendukung Assad,” pungkasnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mahathir Muhammad Kritik Kebijakan Trump