Home / Berita / Internasional / Asia / Benyamin Netanyahu Menantang Rusia

Benyamin Netanyahu Menantang Rusia

Perdana Menteri Benyamin Netanyahu. (Anadolu)
dakwatuna.com – Tel Aviv. Tel Aviv mengumumkan akan terus menyerang basis militer “musuh” di Suriah. Hal itu akan dilakukan meskipun Rusia membekali Damaskus dengan sistem pertahanan rudal S-300.

Dilansir dari Anadolu Arabic, hal itu disampaikan PM Israel Benyamin Netanyahu saat konferensi pers bersama dengan Wakil PM Rusia Maxim Akimov, Selasa (09/10).

Netanyahu menyebutkan, dirinya menyampaikan pada Akimov untuk terus menghadapi kehadiran militer Iran di wilayah Suriah. Iran juga disebutnya terus mengirimkan persenjataan kepada milisi Hizbullah Syiah Lebanon.

“Meskipun Moskow mengirimkan sistem S-300 kepada militer Suriah, namu Negara Ibrani (Israel), berawal dari prinsip melindungi diri, akan terus menjalankan aktivitasnya melawan Iran di Suriah, serta para pengikutnya yang memiliki niat menghancurkan Israel,” kata Netanyahu.

Pertemuan ini merupakan yang pertama antara kedua negara sejak pesawat Rusia ditembak jatuh oleh Israel beberapa waktu lalu. Akibat dari insiden tersebut, Rusia bertekad membekali militer Suriah dengan sistem pertahanan rudal S-300. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kekuatan Diplomatik Turki Selamatkan 4 Juta Orang di Idlib, Suriah