Home / Berita / Internasional / Asia / Kesepakatan Rusia-Israel Hasilkan Pengusiran Pasukan Iran dari Dataran Tinggi Golan

Kesepakatan Rusia-Israel Hasilkan Pengusiran Pasukan Iran dari Dataran Tinggi Golan

Pasukan Israel di Dataran Tinggi Golan. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Damaskus. Perwakilan Tetap Rusia di PBB Vasily Nippensia menyebut adanya kesepakatan untuk menarik pasukan Iran dari dekat Dataran Tinggi Golan. Wilayah tersebut selama ini diduduki oleh Zionis Israel.

“Aku mendengar informasi dan sejauh yang aku tahu, kesepakatan itu sudah terwujud,” kata Nippensia kepada wartawan, seperti dilansir dari Aljazeera, Ahad (03/06). Ia menambahkan, semua pihak bersangkutan puas dengan kesepakatan yang akan diterapkan dalam beberapa hari mendatang.

Sebelumnya media Israel menyebut adanya pertemuan antara Menhan Zionis Avigdor Lieberman dan Menhan Rusia Sergey Lavrov. Disebutkan, pembahasan keduanya berfokus pada upaya menjauhkan pasukan Iran sejauh 70 km dari Golan.

Media Israel juga mengabarkan, Tel Aviv sepakat dengan penempatan pasukan Suriah di perbatasan selatan Suriah. Syaratnya pasukan Iran harus menjauh dari titik tersebut.

Sergey Lavrov juga mengindikasikan hal tersebut sejak 30 Mei lalu. Saat itu ia menyebut pasukan Suriah adalah satu-satunya pasukan yang berada di wilayah tersebut dalam rangka membentuk zona de-eskalasi.

Bantahan Iran

Sementara itu, Sekjen Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani membantah adanya militer Iran di selatan Suriah. Menurutnya, Iran tidak punya peran apapun terkait eskalasi di wilayah tersebut.

Shamkhani menambahkan, pihaknya mendukung penuh upaya Rusia memberantas teroris dari perbatasan Suriah-Yordania, serta mengembalikan pasukan Suriah ke sana.

Pejabat Iran itu juga menegaskan, keberadaan negara sangat terbatas dan atas permintaan rezim berkuasa di Suriah.

Dukungan Iran kepada Suriah akan terus dilakukan selama Damaskus menghendaki itu, lanjutnya.

Pernyataan Shamkhani juga diamini oleh Menlu Suriah Walid Muallem. Katanya, tidak ada pasukan Iran yang bercokol di tanah Suriah.

Muallem melanjutkan, yang ada hanya penasihat militer Iran yang mendukung militer Suriah. Bahkan sebagian dari penasihat Iran ini tewas.

Muallem juga menegaskan bahwa tidaka da pangkalan militer Iran di Suriah. Menurutnya, Israel selama ini melakukan kedustaan dengan propagandanya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan Tegaskan Turki Tidak Menderita Krisis Ekonomi

Organization