Home / Berita / Internasional / Asia / Rusia dan Israel Sepakat Terkait Nuklir Iran

Rusia dan Israel Sepakat Terkait Nuklir Iran

PM Rusia, Dmitry Medvedev dan PM Israel Benyamin Netanyahu. (aljazeera.net)
PM Rusia, Dmitry Medvedev dan PM Israel Benyamin Netanyahu. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Tel Aviv. Rusia dan Israel menegaskan pentingnya menghentikan persebaran senjata nuklir, dan pemberantasan teroris. Tel Aviv menekan pentingnya tindakan menghalangi Iran dari kepemilikan senjata nuklir. Hal ini bersamaan dengan kesediaan Rusia membantu mencari tentara Israel yang hilang di Gaza.

Saat pertemuan dengan PM Rusia, Dmitry Medvedev di Yerusalem Barat, PM Israel Benyamin Netanyahu mengatakan, “Israel bersama Rusia dan AS  adalah mitra dalam memerangi apa yang disebutnya sebagai ‘Islam Ekstrem’.”

Menurutnya, Israel dan Rusia dihadapkan pada tantangan yang sama dalam masalah pencegahan senjata nuklir dan perang melawan terorisme.

Netanyahu menambahkan, saat ini ia berusaha mencegah Iran dalam memperkuat senjata nuklirnya, juga penambahan militer Iran di Suriah. Katanya, “Israel sedang bersikeras mencegah adanya konsentrasi militer Iran di Suriah.”

Sementara itu, dalam konferensi pers yang diadakan pasca pertemuan, Medvedev menyampaikan bahwa ia dan Netanyahu berunding tentang kerjasama ekonomi terkait persebaran senjata nuklir, serta perang internasional melawan ISIS. Medvedved juga menyebut Israel sebagai sekutu dagang utama Rusia di kawasan tersebut.

Terkait masalah Palestina, Netanyahu menyatakan bahwa Rusia bersedia untuk membantu pencarian tentara Israel yang hilang di Gaza. Katanya, “Saya berterimakasih atas kesediaan Anda untuk membantu menyelesaikan masalah kemanusiaan yang penting, yaitu pencarian mayat Hadar Goldin dan Oron Shaul.”

Israel mengaku kehilangan dua tentaranya saat perang terakhir di Gaza pada tahun 2014 lalu.

Sementara itu, Hamas menolak untuk mengungkapkan informasi terkait dua tentara tersebut, sebelum Israel membebaskan sejumlah rakyat Palestina yang ditahan.

Sebelumnya, pejabat Rusia telah bertemu dengan Presiden Israel, Reuven Rivlin yang mengatakan bahwa peran Rusia di Timur Tengah saat ini lebih besar dari sebelumnya. Hal ini mengingat besarnya tantangan dan peluang yang ada dan harus dihadapi saat ini.

Medvedev tiba di Israel dalam sebuah kunjungan resmi Rabu sore yang lalu. Dia juga akan berkunjung ke Palestina. Kunjungan ini dalam rangka peringatan 25 tahun pembaharuan hubungan Rusia-Israel. Sebelum kembali ke Moskow, Medvedev hari ini, Jumat (11/11/2016) dijadwalkan bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.

Koresponden Al-Jazeera, Elias Karam melaporkan, Israel mempunyai banyak agenda yang ingin dicapai pada kunjungan Medvedev ini. Diantaranya koordinasi keamanan untuk menghindarkan saling serang antara pesawat Rusia dan Israel di wilayah udara Suriah, mencegah rezim Suriah melakukan memasok senjata kepada Hizbulah di Lebanon, dan mencegah milisi-milisi Iran yang menembaki kawasan Golan yang diduduki pasukan Israel. (wili/msa/aljazeera/dakwatuna.com)

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Buntut Serangan Dua Rudal, Israel Bombardir Basis Militer Hamas

Organization