Home / Berita / Internasional / Asia / Pesawatnya Jatuh, Putin Tak Bernyali di Hadapan Israel

Pesawatnya Jatuh, Putin Tak Bernyali di Hadapan Israel

Rusia mengatakan kontak dengan pesawat itu hilang ketika terbang di atas Laut Mediterania sekitar 35 km dari pantai Suriah. (Al Jazeera)
dakwatuna.com – Moskow. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan jatuhnya pesawat militer Rusia oleh pertahanan udara Suriah adalah hasil dari “rantai tragis keadaan”. Pernyataan itu dinilai sebagai upaya menenangkan situasi setelah sebelumnya menteri pertahanan Rusia mengecam keras Israel atas insiden jatuhnya pesawat.

Pesawat tempur Rusia jatuh pada Senin malam waktu setempat. Banyak pihak menilai, insiden tersebut menandai babak baru di langit Suriah yang penuh sesak oleh konflik sejak beberapa tahun silam.

Insiden itu juga menjadi peristiwa terburuk yang pernah terjadi dalam persahabatan antara Rusia dan Suriah. Seperti diketahui, sejak tahun 2015 lalu Moskow memutuskan untuk intervensi militer guna menyokong rezim Suriah Bashar al-Assad.

Militer Rusia mengatakan, pesawat intelijen elektronik Il-20 dipukul di 35 km lepas pantai Mediterania Suriah. Sejatinya, pesawat itu hendak ketika kembali ke pangkalannya. 15 orang tentara yang ada di dalamnya dilaporkan tewas.

Pejabat pertahanan Rusia menggambarkan manuver oleh jet tempur Israel selama insiden itu sebagai “permusuhan”. Ia juga berjanji untuk membalas.

“Para pilot Israel menggunakan pesawat Rusia sebagai perisai dan mendorongnya ke dalam barisan pertahanan Suriah,” kata Igor Konashenkov, juru bicara kementerian pertahanan Rusia, kepada media pemerintah.

Peringatan dari Israel diterima “kurang dari satu menit sebelum penembakan, yang tidak memberi kesempatan untuk membawa pesawat Rusia ke tempat yang aman,” tambah Konashenkov.

Namun Putin kemudian bersuara degan nada yang lebih lunak. Ia mengatakan kepada wartawan bahwa penembakan di pesawat itu adalah hasil dari “rantai situasi tragis dan kebetulan”.

“Adapun langkah-langkah balas dendam, pertama dan yang utama akan ditujukan untuk lebih menjamin keselamatan personil dan fasilitas militer kami di Suriah. Dan ini akan menjadi langkah-langkah yang akan diperhatikan semua orang,” kata Putin.

Respon Putin sangat jelas berbeda ketika pesawat Rusia ditembak jatuh Turki di perbatasan Suriah tiga tahun lalu. Kala itu, Putin mengatakan, “Pesawat tempur Turki menembak jatuh pesawat kami dengan sengaja”. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Saya Kenal Pembunuh Jamal Khashoggi

Organization