Home / Berita / Internasional / Asia / Turki: Negara-Negara Islam Harus Satu Barisan, Jangan Beri Ruang untuk Setan

Turki: Negara-Negara Islam Harus Satu Barisan, Jangan Beri Ruang untuk Setan

Ilustrasi (flickr.com / Jeremy Vandel)
dakwatuna.com – Ankara. Wakil Menlu Turki Yevuz Selim Kiran mengajak negara-negara Islam untuk menyatukan suara dan visi bersama. Hal itu menyusul berbagai konflik dan tragedi yang terjadi akhir-akhir ini.

“Dunia menyaksikan banyak sekali pertumpahan darah dan air mata. Perang di Suriah memasuki tahun ke delapan. Ribuan warga kehilangan nyawa, dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi,” ujar Kiran di Konferensi Negara Anggota OKI untuk Mediasi kedua yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, (29/11/2018).

Selain Suriah, Kiran juga menyebut konflik yang terus berlangsung di Yaman dan Afghanistan. Menurutnya, tak hanya masalah korban dan perdamaian di negara-negara itu, perang serta konflik juga mengganggu stabilitas kawasan di sekitarnya.

“Fakta nyata bahwa dunia sedang mengalami jumlah orang yang terlantar secara paksa, sejak Perang Dunia II, menunjukkan kita harus bekerja sama secara lebih keras lagi,” imbuhnya.

Dengan berbagai hal tersebut, Kiran lantas mengajak seluruh negara Islam untuk bersatu padu dalam satu barisan yang kokoh.

“Buat barisan lurus, berdiri bahu-membahu, dan tutup semua celah yang ada. Jangan tinggalkan ruang untuk setan,” tegas Kiran mengutip salah satu hadits Rasulullah Saw.

“Sangat menyedihkan ketika kita menyaksikan komunitas Islam tampak hancur karena kemiskinan, terorisme dan konflik. Namun seperti yang kita ketahui, cahaya naik dari timur,” pungkasnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Saya Kenal Pembunuh Jamal Khashoggi

Organization