Home / Berita / Internasional / Asia / Sultan Oman Terima Kunjungan PM Zionis Israel

Sultan Oman Terima Kunjungan PM Zionis Israel

Sultan Oman (hitam kanan) menyambut PM Israel dan istrinya. (Al Jazeera)
dakwatuna.com – Muskat. Sultan Kesultanan Oman Qaboos bin Sa’ide Al Bu Sa’id menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu di ibu kota Oman, Muskat. Disebutkan, keduanya membahas soal langkah-langkah mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (27/10), kedua pihak memperbincangkan isu-isu yang menjadi perhatian bersama dan serta berkaitan dengan stabilitas kawasan.

Menurut rilis dari kantor Netanyahu, Sultan Qaboos memberikan undangan kepada PM Israel dan istrinya untuk melakukan kunjungan ke Muskat. Undangan disampaikan saat keduanya melakukan komunikasi telepon beberapa waktu lalu.

Ditambahkan, Netanyahu kemudian berkunjung ke Muskat tanpa pengumuman sebelumnya. Kunjungan ini juga menjadi kunjungan resmi pertama PM Israel ke Oman, mengingat kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik.

Selain itu, kunjungan itu juga merupakan langkah besar dari upaya Netanyahu untuk menjalin dan merekonsiliasi hubungan antara Israel dengan negara-negara Arab. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Referendum Mesir, Cara As-Sisi Untuk Berkuasa Hingga 2030

Organization