Home / Berita / Internasional / Asia / Pertemuan Luar Biasa OKI Ajak Negara-negara Islam Bersatu Musuhi Israel

Pertemuan Luar Biasa OKI Ajak Negara-negara Islam Bersatu Musuhi Israel

Pertemuan OKI di Istanbul. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Istanbul. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyeru seluruh kepala negara Islam untuk bersatu melawan Israel. Hal ini ia sampaikan dalam Pertemuan Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Jumat (18/05) lalu.

Erdogan menambahkan, Israel harus bertanggung jawab atas pembantaian yang dilakukan terhadap warga Gaza. Menurutnya tindakan zionis itu telah mengundang kemarahan di Asia, Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Negara Islam harus mengambil tindakan demi saudara Palestina yang dibantai bandit-bandit Israel. Ini untuk menunjukkan pada dunia bahwa Umat Islam tidak mati,” imbuh Erdogan, seperti dilansir dari Aljazeera.

Erdogan juga menyebut pembantaian Israel pada warga Palestina sebagai ‘premanisme, kekejaman dan teror’. Selain juga menyoroti pengakuan Amerika Serikat yang menyebut Al-Quds sebagai ibu kota Israel.

AS Bagian dari Masalah

Sementara itu, Emir Negara Qatar Syaikh Tamim bin Hamad Al Tsani menyebut Palestina sebagai simbol orang-orang tertindas. Ia juga mengutuk pembantaian secara brutal yang dilakukan Israel terhadap peserta aksi damai di Gaza.

“Siapa di antara kita yang tidak tahu ada blokade terhadap Jalur Gaza serta hukuman kolektif bagi penduduknya?” kata Emir, dalam pertemuan di Istanbul tersebut.

Ia menambahkan, “Jalur Gaza menjadi kamp pemusatan terbesar bagi jutaan orang yang dilarang melakukan perjalanan, pendidikan, bekerja dan layanan kesehatan.”

“Ketika putra-putri (Gaza) mengangkat senjata, dituduh teroris. Dan ketika mereka menggelar demonstrasi, disebut ekstremis sehingga ditembak mati dengan peluru tajam,” imbuh Emir Qatar.

Pada bagiannya, PM Palestina Rami Hamdallah menyebut Amerika Serikat bagian dari masalah Palestina.
“AS merupakan bagian dari masalah, bukan solusi. Pemindahan Kedubes ke Al-Quds merupakan tindakan agresi terhadap negara Islam, Umat Islam dan Nashrani,” katanya.

Sementara itu Raja Yordania Abdullah II mendesak tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mendukung perlawanan Palestina. Sedangkan Presiden Iran Hassan Rouhani menyeru penindakan secara ekonomi dan politik terhadap AS dan Israel.

Pada Senin (14/05) lalu, pasukan Israel membunuh 62 warga Gaza dalam sebuah aksi damai. Selain itu, ribuan lainnya terluka akibat tembakan gas air mata, bom api dan peluru tajam.

Aksi serupa juga telah dimulai sejak 30 Maret lalu. Hingga saat ini, total pasukan Israel telah membunuh 106 warga Palestina – termasuk 15 anak-anak. Sementara lebih dari 12.000 lainnya terluka, di mana 3.500 orang terkena luka tembak peluru tajam. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

[Video] Dai Tunisia Kepada As-Sisi: Anda Segera Berakhir

Organization