Home / Berita / Internasional / Eropa / Ini Alasan Erdogan Tolak Jamuan Makan Bareng Trump

Ini Alasan Erdogan Tolak Jamuan Makan Bareng Trump

Erdogan dan rombongan berjalan meninggalkan ruangan sidang. (Greek City Times)
dakwatuna.com – Berlin. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkap alasannya menolak ajakan makan siang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dilansir dari Aljazeera.net, keberadaan pemimpin kudeta Mesir Abdul Fattah As-Sisi di meja makan yang sama disebut Erdogan sebagai alasan penolakannya.

“Trump mengatakan ‘nanti kita bertemu dalam jamuan makan siang’. Biasanya kami akan duduk di meja yang saling berdampingan. Di sebelahnya ada kepala negara Mesir As-Sisi,” tutur Erdogan setelah pertemuannya dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin.

“Oleh karena itu aku tidak bermaksud untuk menghadirinya,” lanjut Erdogan. “Sudah umum adanya foto-foto kenang-kenangan yang diambil dalam pertemuan seperti itu. Kami juga telah menjelaskan perihal ini dengan pihak Amerika.”

Hubungan Turki dan Mesir memburuk sejak 2013 lalu. Tepatnya setelah Menteri Pertahanan Mesir saat itu, Abdul Fattah As-Sisi melakukan kudeta terhadap Presiden sah Mesir Muhammad Mursi.

Erdogan secara konsisten menyebut As-Sisi sebagai ‘pengkudeta’. Saat wawancara dengan Aljazeera.net, Erdogan mengatakan, “As-Sisi melakukan kudeta terhadap Presiden Muhammad Mursi dengan kekuatan senjata. As-Sisi sama sekali tidak memiliki kaitan dengan demokrasi, baik secara dekat maupun jauh. Ia seorang menteri pertahanan di masa Mursi, dan melakukan pembunuhan terhadap ribuan orang.”

Erdogan juga dikenal sebagai sosok yang mempopulerkan simbol empat jari/ “rabi’ah” sebagai cara untuk memperingati tragedi berdarah di alun-alun Rabiah al-Adawiyah Mesir. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Negara-negara Eropa Dukung Penuh Turki Usut Tuntas Kasus Khashoggi