Home / Berita / Internasional / Eropa / Kanselir Jerman Bersumpah Dukung Ekonomi Turki

Kanselir Jerman Bersumpah Dukung Ekonomi Turki

Recep Tayyip Erdogan dan Angela Merkel (spiegel.de)
dakwatuna.com – Berlin. Jerman memiliki “kepentingan strategis” dalam pembangunan ekonomi yang sehat di Turki. Demikian disampaikan oleh Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis, (06/09).

Saat wawancara dengan stasiun televisi Germany RTL, Merkel mengatakan negaranya dan Turki harus meningkatkan dialog dan kerja sama. Meskipun masih banyak perbedaan sikap di sejumlah isu-isu politik.

“Jerman memiliki minat strategis dalam pembangunan ekonomi yang sehat di Turki. Jika kita berperilaku dengan cara yang akan melemahkan Turki, itu tidak akan menjadi kepentingan kita,” katanya, seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.

Kunjungan Erdogan ke Jerman

Merkel juga menolak kritik dari partai-partai oposisi Jerman terhadap kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Berlin pada 28-29 September mendatang.

“Kita tidak bisa selalu melihat dunia dalam istilah hitam dan putih. Itu tidak realistis,” jelasnya.

Menurut Merkel, intensitas komunikasi antara Berlin dan Ankara sangat penting untuk mengatasi berbagai masalah saat ini.

Kanselir Jerman itu juga menyebut hubungan Jerman-Turki lebih spesial, berkat lebih dari tiga juta warga Turki yang tinggal di Jerman.

Situasi di Idlib Suriah

Saat ditanya soal serangan pasukan rezim Suriah di Idlib, Merkel menekankan bahwa “semuanya harus dilakukan untuk mencegah bencana kemanusiaan” di kota yang dikendalikan oleh pasukan oposisi.

Ia juga menyebut telah berkomunikasi via telepon dengan Presiden Turki dan Presiden Rusia untuk membahas situasi tersebut.

“… Penduduk sipil harus dilindungi,” tegasnya.

Pesawat tempur Rusia pada hari Selasa lalu menggempur target sipil dan oposisi di Idlib.

Terletak di dekat perbatasan Turki, Idlib adalah rumah bagi lebih dari 3 juta warga Suriah. Banyak di antara mereka kemudian melarikan diri ke kota-kota lain setelah serangan oleh pasukan rezim.

Pada hari Selasa, kepala kemanusiaan PBB Mark Lowcock memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan mengarah pada “bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21”. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Rusia Kirim Sistem Rudal S-300 ke Suriah, Israel Kecewa