Home / Berita / Internasional / Eropa / Pemerintah Jerman ‘Cuci Tangan’ dari Twit anti-Erdogan

Pemerintah Jerman ‘Cuci Tangan’ dari Twit anti-Erdogan

Bendara Jerman. (www.forbes.com)
dakwatuna.com – Berlin. Seorang Menteri Jerman membuat kontroversi melalui twit-nya tentang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Pemerintah Jerman seakan ‘cuci tangan’ dari hal tersebut.

Berlin menganggap Turki sebagai mitra penting dan ingin mempertahankan hubungan berdasarkan saling percaya, kata Jubir Pemerintah, seperti dikutip dari kantor berita Anadolu, Kamis (26/07).

Menteri Pertanian Jerman Julia Klockner mengunggah twit kontroversial pada Ahad (22/07) lalu. Di dalamnya, ia menyuarakan tuduhan berat pada Erdogan, dan mengkritik pesepakbola Turki-Jerman Mesut Ozil atas pertemuannya dengan Presiden Turki tersebut.

Jubir Kementerian Friederike Lenz dalam keterangan pers mengatakan, twit Menteri merupakan opini pribadi. Lenz juga menolak untuk berkomentar lebih jauh.

Wakil juru bicara pemerintah, Ulrike Demmer juga menolak berkomentar atas twit Klockner itu. Ia menggarisbawahi pentingnya hubungan Turki dan Jerman.

“Turki sangat dekat dan mitra yang penting bagi kami. kami sangat senang punya hubungan baik dengan Turki,” kata Demmer.

“Kami berbeda dalam banyak isu. Kami punya periode sulit dan rumit dalam hubungan kami. Tapi kami
juga punya minat yang sama. Oleh karena itu, pemerintah federal meyakini penting untuk mempertahankan hubungan yang saling percaya,” imbuhnya.

Hubungan politik antara Ankara dan Berlin mengalami kemunduran dalam beberapa tahun terakhir. Tapi kedua pihak mengambil langkah-langkah menuju normalisasi hubungan dalam beberapa bulan terakhir.

Erdogan diperkirakan akan melakukan kunjungan resmi ke Jerman pada musim gugur. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mantan PM Israel Ini Akui Bunuh 300 Orang Palestina dalam 3,5 Menit