Home / Berita / Internasional / Asia / Netanyahu Bertekad Beri “Pelajaran Keras” bagi Hamas

Netanyahu Bertekad Beri “Pelajaran Keras” bagi Hamas

Israel serang sejumlah basis Hamas di Gaza. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Tel Aviv. Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyebut kampanye militer Israel di Jalur Gaza merupakan yang paling keras kepada Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) sejak 2014.

Sementara itu, Hamas menyebut mediasi regional dan internasional mendesak agar ketegangan yang tengah berlangsung antara Faksi Perlawanan dan Pasukan Penjajah segera diakhiri.

Netanyahu dalam sebuah video mengatakan, pihaknya bermusyawarah dengan Menhan Zionis Avigdor Lieberman, Kepala Staf Militer Gadi Eizenkot, dan sejumlah petinggi militer lainnya. “Kami memutuskan untuk memberi pukulan paling keras kepada Hamas sejak operasi militer 2014. Kami akan meningkatkan serangan sesuai kebutuhan,” katanya.

Jalur Gaza menghadapi eskalasi militer Israel pada Sabtu pagi hingga sore hari, (14/07). Pesawat tempur Israel menyerang puluhan target, yang menyebabkan dua orang anak Palestina gugur dan 25 orang lainnya terluka.

Koresponden Aljazeera melaporkan, serangan Israel menyasar wilayah pertanian di utara Gaza.

Sementara itu, Israel mengumumkan bahwa serangannya hanya menargetkan sejumlah basis milik Hamas, serta berhasil menghancurkan terowongan.

Menurut keterangan Israel, serangan berhasil menargetkan markas pimpinan Hamas di Beit Lahiya, serta tempat pelatian dan penyimpanan senjata.

Jubir Militer Israel Avichay Adraee bahkan memperingatkan warga Gaza tentang perang yang lebih parah dari 2014. “Fenomena 2018 akan lebih parah daripada fenomena yang terjadi tahun 2014,” tulisnya di jejaring media sosial, Twitter.

Faksi Perlawanan Palestina tidak tinggal diam. Koresponden Aljazeera melaporkan, tiga bangunan di rusak akibat tembakan rudal dari Gaza ke wilayah selatan Israel.

Pertahanan Israel mengatakan, sistem ‘Kubah Besi’ miliknya berhasil melumpuhkan enam dari 31 rudal yang diluncurkan. Rudal-rudal itu menyasar sejumlah titik di permukiman. Israel juga memutuskan menutup pantai Zikim di wilayah selatan. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Saya Kenal Pembunuh Jamal Khashoggi

Organization