Home / Berita / Internasional / Asia / Israel Serang Puluhan Basis Militernya, Hamas Membalas

Israel Serang Puluhan Basis Militernya, Hamas Membalas

Israel serang sejumlah basis Hamas di Gaza. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Jalur Gaza. Israel terus meningkatkan eskalasi di Jalur Gaza. Mereka mengumumkan, pesawat-pesawat tempur telah menyerang puluhan basis militer di empat titik milik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Sabtu (14/07).

Sementara itu, Hamas tak tinggal diam. Faksi perlawanan terbesar tersebut membalas dengan menembakkan puluhan roket ke arah permukiman Israel terdekat. Ini merupakan eskalasi terbesar sejak Israel menyerang Gaza pada pertengahan 2014 silam.

Ketegangan meningkat seiring eskalasi di perbatasan Gaza sejak aksi massa digelar pada 30 Maret lalu. Aksi mencapai puncaknya pada peringatan Nakba Palestina 14 Mei lalu, di mana puluhan warga Palestina gugur dan ribuan lainnya terluka di tembak peluru Israel.

Semenjak hari itu, setiap Jumat hingga hari ini warga Palestina di Gaza turun ke medan aksi di sepanjang perbatasan Gaza. Sedangkan baru-baru ini, para pemuda Gaza mulai meneror Israel dengan menerbangkan layang-layang api. Teror cukup efektif hingga membuat bingung para pengambil keputusan di Israel.

Pada Sabtu pagi waktu setempat kemarin, pesawat tempur Israel meluncurkan serangkaian serangan di Jalur Gaza. Hal itu mengundang respon Hamas dengan menyerang kompleks permukiman Yahudi.

Zionis Israel mengklaim, tindakannya merupakan respon “aksi teror” yang terjadi di perbatasan. Langkah itu juga balasan atas teror layang-layang api yang setiap hari diterbangkan.

Sumber dari seorang dokter Palestina mengatakan, serangan membuat tiga orang mengalami luka sedang di wilayah Rafah, selatan Gaza. Serangan juga menimbulkan kerusakan materi yang cukup besar.

Pada siang harinya, Israel kembali menyerang sejumlah titik di Gaza. Diketahui, basis militer milik Hamas dan Jihad Islam di Rafah menjadi target serangan.

Sumber Keamanan Palestina mengatakan, pesawat tempur Israel terus melancarkan serangan sejak pagi hingga sore hari. Targetnya adalah sejumlah basis militer Hamas di Rafah, dan bagian tengah dan utara Gaza. Serangan menimbulkan kerusakan parah.

Sementara itu, Israel mengumumkan bahwa serangannya hanya menargetkan sejumlah basis milik Hamas, serta berhasil menghancurkan terowongan.

Menurut keterangan Israel, serangan berhasil menargetkan markas pimpinan Hamas di Beit Lahiya, serta tempat pelatian dan penyimpanan senjata.

Jubir Militer Israel Avichay Adraee bahkan memperingatkan warga Gaza tentang perang yang lebih parah dari 2014. “Fenomena 2018 akan lebih parah daripada fenomena yang terjadi tahun 2014,” tulisnya di jejaring media sosial, Twitter.

Balasan Hamas

Faksi Perlawanan Palestina tidak tinggal diam. Koresponden Aljazeera melaporkan, tiga bangunan di rusak akibat tembakan rudal dari Gaza ke wilayah selatan Israel.

Pertahanan Israel mengatakan, sistem ‘Kubah Besi’ miliknya berhasil melumpuhkan enam dari 31 rudal yang diluncurkan. Rudal-rudal itu menyasar sejumlah titik di permukiman. Israel juga memutuskan menutup pantai Zikim di wilayah selatan.

Menanggapi eskalasi itu, pemerintah Mesir dan PBB mencoba melobi Israel dan Hamas untuk menghentikan ketegangan. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komentari Kasus Khashoggi, Putin: AS Harus Bertanggung Jawab

Organization