Home / Berita / Internasional / Asia / Insiden Penembakan di Arab Saudi, Seorang Polisi Tewas

Insiden Penembakan di Arab Saudi, Seorang Polisi Tewas

Insiden Saudi. (aljazeera)
dakwatuna.com – Riyadh. Warganet Arab Saudi mengunggah sebuah foto, dan mengatakan terjadi insiden penembakan di dekat salah satu markas Garda Nasional di kota Thaif, Saudi, Rabu (30/05).

Disebutkan, seorang pasukan keamanan tewas dan lainnya terluka dalam insiden tersebut. Sementara media Saudi melaporkan, seorang petugas tewas setelah ditikam orang tak dikenal di kota Thaif.

Menurut warganet Saudi, pihak keamanan berhasil meringkus para pelaku penembakan tersebut.

Seorang petugas tewas setelah ditikam dan dirampas senjatanya oleh dua orang tak dikena. Kemudian patroli kepolisian berhasil menemukan mereka sehingga terjadilah baku tembak.

Surat kabar Saudi juga menyebut ada korban luka di jajaran kepolisian.

Insiden ini secara cepat menjadi perbincangan warganet di jagat Twitter. Mereka saling menginformasikan perkembangan yang terjadi di Thaif. Selain juga mengingatkan Kementerian Dalam Negeri untuk mempublis informasi tentang operasi keamanan. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Bunuh Tujuh Warga Palestina, Israel Sebut Serangan ke Gaza Sebagai ‘Operasi Penyelamatan’