Home / Berita / Internasional / Asia / Pangeran Arab Saudi: Tiba Saatnya Gulingkan Raja Salman

Pangeran Arab Saudi: Tiba Saatnya Gulingkan Raja Salman

Pangeran Khalid bin Farhan Al Saud. (Aljazeera)
dakwatuna.com – London. Dinamika politik di internal Kerajaan Arab Saudi semakin pelik. Terbaru ada seruan dari salah seorang pangeran kerajaan untuk menggulingkan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Seruan itu disampaikan Pangeran Khalid bin Farhan Al Saud yang tinggal di luar Saudi. Menurutnya kondisi internal kerajaan membuatnya menyerukan hal demikian kepada dua pamannya, Pangeran Ahmed bin Abdulaziz Al Saud dan Pangeran Muqrin bin Abdulaziz Al Saud.

Menurut Pangeran Khalid, pemerintahan Raja Salman telah melampaui batas, dan membahayakan. Ia juga melayangkan kritikan tentang semua yang terjadi di Riyadh.

Dikutip dari Aljazeera, Pangeran Khalid pada 2013 lalu mendapat suaka politik di Jerman. Ia mengatakan, “Jika dua Pangeran Ahmed dan Muqrin merapatkan barisan, maka 99% keluarga kerajaan, unsur keamanan dan militer pasti akan mendukung mereka.”

Dalam wawancara dengan Middle East Eye Inggris, Pangeran Khalid mengaku mendapat pesan dari anggota keluarga kerajaan. Di dalamnya ditegaskan bahwa jika kedua Pangeran tersebut menyatukan barisan maka sebagian besar unsur militer akan mendukung.

“Ada kemarahan besar di internal kerajaan. Oleh karena itu aku sampaikan kepada dua pamanku, Ahmed dan Muqrin. Mereka berdua putra dari Raja Abdulaziz dan memiliki wawasan serta keilmuan yang tinggi. Mereka berdua punya kemampuan untuk mengubah keadaan jadi lebih baik. Aku bisa menyampaikan kepada keduanya bahwa kami semua akan mendukung mereka,” tutur Pangeran Khalid.

Pangeran Khalid juga menukil pernyataan Pangeran Mamduh bin Abdulaziz, salah satu kandung Raja Salman. Menurutnya, hal itu menjelaskan adanya kebencian luas dalam keluarga secara keseluruhan.

Misteri

Beberapa waktu lalu di bulan April, terjadi baku tembak di dekat Istana Auja di Riyadh. Peristiwa itu masih menjadi misteri hingga sekarang. Sementara rilis resmi kerajaan menyebut itu baku tembak pasukan dalam upaya menjatuhkan pesawat tanpa awak.

Namun rilis resmi itu dibantah oleh blogger kenamaan Saudi, ‘Mujtahid’. Menurutnya, istana tersebut diserang dengan senjata berat dalam dua kendaraan. Enam pasukan keamanan dan dua pelaku tewas dalam baku tembak tersebut.

Terkait peristiwa tersebut, Pangeran Khalid menyebut rilis kerajaan hanya upaya untuk mengelabuhi fakta. Menurutnya peristiwa tersebut sebagai bentuk penentangan terhadap Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Dalam kesempatan tersebut, Pangeran Khalid juga menyampaikan pesan kepada Eropa. “Situasi di Saudi layaknya bola api yang siap meledak. Dan jika meledak, maka pengaruhnya tidak hanya bagi internal Saudi atau kawasan Teluk, tapi juga berpengaruh pada Anda sekalian,” pesannya pada Eropa.

“Di internal Saudi ada percampuran antara generasi, suku, dan wilyah dengan wahabisme,” lanjut Pangeran. “Jika terjadi kudeta dari luar keluarga berkuasa, maka sangat mungkin Saudi menjadi pusat terorisme dunia.”

Pangeran Khalid menambahkan, ledakan akan membuat perpecahan serius di internal Saudi. “Kita tak boleh lupa dengan sel teroris tidur di Saudi. Wahabisme itu ideologi ekstrem,” katanya.

Ia melanjutkan, “Jika terjadi kekacauan di Saudi, maka juga akan ada kekacauan dalam skala dunia. Saudi akan menjadi sumber terorisme, dan membuat repot seluruh dunia karena mendukung dan membiayai terorisme dunia.”

Obsesi Bin Salman

Pangeran Muhammad bin Salman menapaki piramida kekuasaan dengan sangat cepat dalam satu tahun terakhir. Padahal menurut Pangeran Khalid, Bin Salman hanyalah anggota keluarga biasa di kerajaan. Bahkan pada masa remaja Bin Salman menderita masalah psikologis, imbuhnya.

Pangeran Khalid menambahkan, “Aku tidak katakan dulunya ia keras. Namun saat masih kecil, ia bukan sosok istimewa dalam kerajaan. Sementara saudara-saudaranya menempati posisi yang cukup tinggi.”

“Maka sepupunya yang lebih tua, tentu lebih berpengalaman, lebih baik kondisi dan lebih tinggi keilmuannya. Aku yakin itu membuatnya punya masalah psikologis. Muhammad bin Salman jika ingin bertemu sepupunya harus membuat janji dahulu. Sebagian dari sepupunya ada yang sepakat, adapula yang tidak. Itu membuatnya punya masalah psikologis. Dan sekarang ia membalas perlakuan sepupu-sepupunya itu,” tutur Pangeran Khalid.

Pangeran Khalid menyatakan, ia terus berkomunikasi dengan pangeran lain dari Al Saud. Sementara keluarga berkuasa digambarkan dalam kondisi syok akibat penangkapan sejumlah pangeran besar yang dilakukan.

Para pengeran itu tidak bebas meski sudah dilepas, imbuhnya. Ada pengintai yang dipasang bahkan hingga di ponsel para pengaran tersebut. Mereka juga dilarang bepergian ke luar Saudi. “Hidup mereka sangat ternista,” katanya.

Menurut Pangeran Khalid, kampanye memberantas korupsi hanya untuk kepentingan politik. Itu dilakukan untuk menyingkirkan penghalang dari pesaing yang lebih tua dan berpengalaman dari Putra Mahkota. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 4,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Akankah Capaian Ekonomi Menyelamatkan Erdogan?

Organization