Home / Berita / Internasional / Eropa / Rusia: Propaganda Baru Amerika Sebut Iran Lebih Bahaya dari ISIS

Rusia: Propaganda Baru Amerika Sebut Iran Lebih Bahaya dari ISIS

Ilustrasi (almasalah.com)

dakwatuna.com – Moskow. Amerika Serikat berusaha menampilkan pada dunia bahwa Iran dan Hizbullah Syiah Lebanon lebih bahaya dari dua organisasi teroris, ISIS dan Al-Qaeda.

Hal ini disampaikan oleh Dmitry Vuktistov, Kepala Deputi Tantangan dan Risiko di Kemenlu Rusia.

“Amerika akhir-akhir ini berhenti menyebut ISIS sebagai ancaman utama. Mereka tidak menyangkal saat ditanya bahwa ISIS merupakan ancaman. Tapi mereka berusaha mendorong masalah ke belakang,” kata Vuktistov, seperti dilansir Sputnik Arabic, Jumat (04/05/2018).

Menurut Vuktistov, hal senada juga dilakukan Amerika terkait Al-Qaeda. Padahal menurutnya, Al-Qaeda menerima pendanaan yang jauh lebih besar daripada ISIS berdasar laporan intelijen Rusia.

“Begitulah Amerika sekarang, tidak bicara tentang ISIS, tidak pula tentang Al-Qaeda,” imbuh Vuktistov. “Yang mereka bicarakan hanyalah Hizbullah Lebanon dan Iran.”

Vuktistov menambahkan, pendapatan Al-Qaeda 10-20 kali lebih besar dari pendapatan ISIS. Disebutkannya, Al-Qaeda memperoleh sekitar 40 miliar dolar tiap bulannya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Benarkah Erdogan Minta Bantuan Ekonomi ke Merkel? Ini Jawaban Menteri Jerman