Home / Berita / Internasional / Asia / Trump: Iran Tak Punya Persenjataan Nuklir

Trump: Iran Tak Punya Persenjataan Nuklir

Donald Trump dan Angela Merkel. (Anadolu Arabic)

dakwatuna.com – Washington. Presiden Amerika Serikat mengaku yakin bahwa Iran tidak memiliki persenjataan nuklir. Bahkan ia siap bertaruh untuk itu.

Dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman, Angela Merkel, Trump kembali menyebut negara-negara Arab yang kaya harus membayar jerih payah Washington di Suriah.

“Iran memicu kekacauan dan pertumpahan darah di Kawasan itu. Iran tidak boleh diuntungkan dari upaya kita memberantas ISIS di Suriah,” kata Trump, seperti dilansir dari Anadolu Arabic, Sabtu (28/04/2018).

Pada kesempatan tersebut, wartawan juga menanyakan perihal sikap negaranya terhadap kesepakatan nuklir Iran. Namun, Trump enggan mengonfirmasi keputusan akhir AS terkait kesepakatan yang dibuat tahun 2015 silam tersebut.

“Aku siap bertaruh bahwa Iran tidak punya persenjataan nuklir,” tutur Trump. Namun ia tidak menjelaskan sebab keyakinannya tersebut.

Terjadi perbedaan sikap antara AS dan negara-negara Eropa terkait kesepakatan nuklir Iran. Sejauh ini Trump sering mengancam akan menarik diri dari kesepakatan tersebut. Namun beberapa negara Eropa menegaskan pentingnya kesepkatan itu.

Sementara terkait Suriah, Trump menyebut membahas peran negara-negara kaya bersama Merkel. Trump juga kembali menyeru negara dimaksud untuk membayar jerih payah Washington di Suriah.

“Negara-negara ini harus membayar bantuan besar yang kami berikan di Suriah,” kata Trump. Namun ia tidak menyebut negara mana yang dimaksud.

Amerika Serikat memimpin pasukan Koalisi Internasional pemberantasan ISIS di Suriah dan Irak. Sebanyak 60 negara terlibat dalam koalisi yang terbentuk sejak 4 tahun yang lalu itu.

Pernyataan Trump tentang negara-negara Arab kaya raya menimbulkan kontroversi tersendiri. Hal ini karena Presiden AS itu tidak menyebutkan negara mana yang ia maksud.

Terkait hal tersebut, Menlu Saudi Adel Al Jubeir justru menafsirkan bahwa Qatar yang dimaksud Trump. Menurut Al Jubeir, Qatar harus membayar jerih payah AS di Suriah, atau AS akan memindahkan pangkalan Al Udeid yang ada di Doha.

Tak hanya itu, Al Jubeir juga menyebut pemerintah Qatar mendapat perlindungan AS melalui Pangkalan Al Udeid tersebut. Al Jubeir yakin, Doha akan jatuh kurang dari 24 jam apabila AS memindahkan pangkalan udaranya.

Sebaliknya, surat kabar Washington Post baru-baru ini memuat artikel terkait pernyataan penuh tanda tanya Trump tersebut. Dalam artikel itu disebutkan, Arab Saudi dan UEA adalah negara kaya yang dimaksud Trump untuk membayar. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Tak Hanya Turki, Ekonomi Dunia Terancam dengan Kebijakan Trump

Organization