Home / Berita / Internasional / Asia / Erdogan Ultimatum Prancis

Erdogan Ultimatum Prancis

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (aa.com.tr/ar)

dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberi tanggapan terhadap tindakan Prancis yang menerima delegasi teroris (Pasukan Demokratis Suriah/ PYD dan PKK). Menurut Erdogan, tindakan itu merupakan simbol permusuhan terhadap Turki, seperti dilansir aa.com.tr/ar, Jumat (30/03/2018).

Pada Kamis (29/03) kemarin Prancis menerima delegasi Pasukan Demokratis Suriah. Melalui pernyataan resmi Istana Elysee disebutkan, “Presiden Macron berharap ada perundingan antara Pasukan Demokratis Suriah dan Turki dengan dukungan Prancis dan masyarakat internasional.”

Menurut Erdogan, Prancis telah menabuh genderang permusuhan terhadap Turki. “Mereka yang menerima teroris di istananya cepat atau lambat akan menyadari bahwa itu keliru,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Erdogan juga mempertanyakan motiv Prancis terkait mediasi. Erdogan mengatakan, “Siapa kalian hingga menyuarakan mediasia antara Turki dan organisasi teroris?”

Erdogan juga menyebut pernyaaan resmi Elysee terkait mediasi Turki dan Pasukan Demokratis Suriah melampaui batas. Menurutnya, Prancis tidak memilik hak apapun dalam hal tersebut.

“Aku berharap Prancis tidak meminta bantuan kita saat kota mereka diserang para teroris yang kabur dari Suriah dan Irak,” tegas Erdogan.

Pada kesempatan yang sama, Erdogan juga bertekad akan membersihkan wilayah di sepanjang perbatasan Turki-Suriah hingga Irak dari unsur-unsur teroris. Menurutnya,  pihak militer Turki tengah mempersiapkan operasi untuk itu. (whc/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Ajansı Arabıc

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Meski Kalah, Ternyata 64 Persen Warga Israel Ingin Operasi Militer di Gaza Lanjut