Home / Berita / Internasional / Eropa / Rezim Kudeta Mesir Abaikan Permintaan Komite Inggris untuk Bertemu Presiden Mursi

Rezim Kudeta Mesir Abaikan Permintaan Komite Inggris untuk Bertemu Presiden Mursi

Presiden Muhammad Mursi (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Kairo. Anggota Dewan Rakyat Britania Raya, Crispin Blunt mengatakan, pihaknya belum menerima balasan resmi dari rezim Mesir terkait rencana mengunjungi Presiden Terkudeta Mesir, Muhammad Mursi. Disebutkan, Blunt juga menjadi ketua komite yang akan mengunjungi Mursi.

“Sampai saat ini aku belum mendapat balasan resmi dari pemerintah Mesir. Aku tahu bahwa masalah ini perlu waktu untuk melihat surat kami,” kata Blunt, seperti dilansir Aljazeera.net, Kamis (15/03/2018).

Lebih lanjut, Blunt mengaku pihaknya mendapat kabar kurang menggembirakan dari parlemen Mesir.

“Namun harapannya mereka bisa paham bahwa ini kesempatan bagi pemerintah (Mesir, red) untuk menenangkan banyak orang terkait tahanan tingkat tinggi ini, sehingga cara penanganannya sesuai standar yang diharapkan banyak orang,” imbuhnya.

Sebelumnya, kepadal Aljazeera Blunt mengatakan, pihaknya membentuk badan independen untuk meninjau kondisi kesehatan Mursi. Ia menyebut, pembentukan komite ini atas permohonan dari keluarga Mursi yang semakin khawatir dengan kondisi kesehatannya.

Ia melanjutkan, pihaknya juga telah mengampaikan pada dubes Mesir di London terkait hal ini dan akan melayangkan surat resmi ke pemerintah Mesir.

Pada kesempatan itu, Blunt juga berharap pemerintah Mesir menjawab permohonan itu. Menurutnya, langkah ini akan sangat penting untuk meninjau kondisi dan riwayat hukumnya.

Sementara itu, Putra Presiden Mursi, Abdullah meyakini bahwa rezim di Mesir takut dunia mengetahui bagaimana mereka memperlakukan ayahnya. “Itulah mengapa mereka menolak permintaan Dewan Rakyat Inggris untuk mengunjungi dan melihat kondisi ayah saya,” katanya.

Lebih lanjut, Abdullah juga menyerahkan tanggung jawab penuh pada rezim Mesir terkait kondisi tak layak yang diterima ayahnya. “Rezim juga terus melakukan pelanggaran. Makanya mereka berusaha menyembunyikannya,” lanjutnya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

[Video] Seorang Guru Ingin Cium Tangannya, Begini Respon Erdogan

Organization