Home / Berita / Internasional / [Video] Ratusan Rakyat Palestina Terluka, Intifadhah Baru Digelorakan

[Video] Ratusan Rakyat Palestina Terluka, Intifadhah Baru Digelorakan

Pasukan zionis menembakkan gas air mata ke arah massa aksi. (Aljazeera)

dakwatuna.com – Al-Quds. Setidaknya lebih dari seratus rakyat Palestina di Tepi Barat dan Gaza terluka akibat tindakan represif pasukan zionis Israel. Sementara seruan kemarahan dan intifadha baru semakin kencang digelorakan.

Dilansir dari Aljazeera.net, Jumat (08/12/2017), kota-kota seperti Nablus, Betlehem, Yerikho, Qalqiliya, Hebron dan Tulkarm di Tepi Barat, terjadi bentrokan antara massa aksi dengan pasukan penjajah. Tindakan represif yang diwarnai tembakan gas air mata dan peluru karet, mengakibatkan ratusan rakyat Palestina terluka.

Pemandangan serupa dapat disaksikan di Jalur Gaza. Pasukan penjajah melancarkan tindakan represif di sebelah timur Kamp. Maghazi. Seorang saksi mata mengatakan, beberapa roket diluncurkan dari Jalur Gaza ke arah kota-kota Israel. Sementara, ada sembilan pemuda Palestina terluka akibat serangan peluru-peluru zionis.

Disebutkan, Brigade Izzudin al-Qassam sebagai sayap militer Hamas, telah melancarkan kampanye militer di utara Gaza. Puluhan personil Al-Qassam tampak bersiaga di kota Beit Hanoun, Jalur Gaza utara, dengan bersenjata lengkap.

Sementara itu, Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah menyatakan, hari ini (08/12) harus menjadi Hari Kemarahan dan menggelorakan intifadha baru guna membebaskan Tepi Barat dan Gaza. Selain itu, Haniyah juga mendesak Otoritas Palestina untuk keluar dari Perjanjian Oslo serta menghentikan koordinasi keamanan dengan Israel.

Sebelumnya Haniyah juga telah dihubungi oleh Emir Qatar, Syaikh Tamim bin Hamad Al Tsani. Dalam kesempatan tersebut, Emir Qatar menegaskan penolakan atas keputusan Trump terkait status Al-Quds. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Satu Pasukan Zionis Tewas, Israel-Hamas Sepakat Gencatan Senjata

Organization