Home / Berita / Internasional / Menteri-menteri Teluk Bertemu di Kuwait untuk Pertama Kali Sejak Krisis

Menteri-menteri Teluk Bertemu di Kuwait untuk Pertama Kali Sejak Krisis

Pertemuan Menlu Anggota Dewan Kerjasama Teluk di Kuwait. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Kuwait. Para menteri luar negeri negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), menggelar pertemuan di Kuwait. Pertemuan yang digelar sebagai persiapan KTT Teluk itu merupakan yang pertama kali digelar sejak terjadi krisis pemboikotan pada Qatar.

Dilansir dari Aljazeera.net, Selasa (05/12/2017), para menteri tampak meninggalkan ruangan sesaat setelah pertemuan usai tanpa mau diwawancarai. Sementara Menlu Kuwait, Syaikh Sabah al-Khaled al-Sabah, berjanji akan menggelar konferensi pers terkait situasi pertemuan.

Disebutkan para Menlu negara-negara Teluk, atau yang mewakili, tampak hadir semua termasuk Menlu Qatar, Syaikh Muhammad bin Abdulrahman Al Tsani. Selain itu, turut hadir Menlu Kuwait, Menlu Saudi Adil al-Jubeir, Menlu Kesultanan Oman Yousuf Alawi, Menlu UEA Anwar Qarqash dan Asisten Menlu Bahrain Abdullah bin Faisal al-Dosari.

Sementara itu, Menlu Kuwait dalam pidato pembukaan menyampaikan, para pemimpin negara-negara GCC menyatakan kehadiran dalam KTT yang akan digelar. “(Mereka, red) merasa adanya ancaman terhadap keamanan dan stabilitas kita. Selain juga sebagai tanggapan atas ketulusan rakyat kita di Teluk,” tambahnya.

Ia melanjutkan, “Sampai saat ini kami mencari pentingnya keterikatan, persaudaraan dan pertemuan. Untuk memperkuat dewan kita dan melanjutkan perjalanannya yang diberkahi. Kita yakin bahwa Dewan ini merupakan benteng yang kuat bagi kekebalan negara-negara kita semua.”

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan siapa saja dari pemimpin negara-negara Teluk yang akan menghadiri KTT tersebut. Hanya saja, Menlu Qatar telah mengonfirmasi bahwa Emir Tamim bin Hamad Al Tsani akan memimpin langsung delegasi Qatar.

Sementara seorang sumber diplomatik kepada Anadolu Ajansi menyebutkan, Raja Salam juga akan memimpin delegas Arab Saudi dalam KTT tersebut. Namun, pihak Riyadh belum mengonfirmasikan informasi tersebut secara resmi. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Qatar Kepada AS: Palestina Menanti Solusi Politik Yang Adil

Organization