Home / Berita / Internasional / Asia / Sepanjang Bulan Oktober, Masjid Al-Aqsha Dinista Sebanyak 125 Kali

Sepanjang Bulan Oktober, Masjid Al-Aqsha Dinista Sebanyak 125 Kali

Penistaan terhadap masjid Al-Aqsha terjadi setiap hari. (arsip/ andaluspress.com)

dakwatuna.com – Al-Quds. Menteri Urusan Wakaf dan Keagamaan Palestina, Yousef Adais mengumumkan, 125 pelanggaran dilakukan terhadap Masjid al-Aqsha dan Masjid al-Ibrahimi. Menurutnya, pelaku 125 pelanggaran itu tidak lain adalah pemerintah zionis Israel.

Ia juga menekankan, penyerangan oleh para pemukim, dan beberapa politisi ekstrem di Knesset semakin bertambah. Bahkan tindakan itu seakan mendapat perlindungan dari pihak keamanan zionis. “Al-Aqsha menjadi sangat terbuka untuk ditaklukkan, tanpa ada gangguan tanpa ada perhatian dari dunia,” katanya, seperti dilansir dari 24.ae, Senin (06/11/2017).

Lebih lanjut, Adais juga merinci berbagai pelanggaran dan penistaan terhadap Masjid Al-Aqsha. Seperti lantunan doa Talmud, seruan-seruan untuk menghancurkan Masjid, serta pengusiran Umat Islam dari Masjid, dan sebagainya yang jumlahnya mencapai 125 kasus sepanjang Oktober.

Ia menambahkan, “Serangan berulang terhadap jamaah shalat dan para penjaga al-Aqsha. Mereka (zionis, red) juga melakukan pengepungan agar kaum muslim tidak bisa memasukinya dan melaksanakan hak-hak syariat mereka dengan shalat atau melakukan penjagaan. Semua itu menunjukkan adanya keyakinan pemerintah penjajah bahwa mereka dapat memaksakan sebuah realitas baru.”

“Adapula indikasi bahwa mereka ingin mewujudkan ilusi organisasi ekstremis Yahudi, baik untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha ataupun mendirikan kuil. Atau paling tidak melakukan pembagian dengan ruang ataupun waktu,” imbuhnya lagi.

Adais juga mengatakan, “Pemandangan seperti intrusi, penistaan dan arogansi, pelarangan jamaah shalat, pengepungan serta tindakan represif di Masjid Al-Aqsha, menjadi hal yang wajar di hadapan bangsa Arab dan Islam. Ini bukan hal penting lagi.”

Disebutkan, para penjajah juga terus melakukan penggalian. Hal ini dibuktikan dengan adanya sejumlah kru dan perusahaan milik otoritas zionis yang melakukan penggalian di halaman Bab al-Amoud. (whc/dakwatuna)

Sumber: 24 AE

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Jumlah Tentara Bunuh Diri Tahun Ini Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah Israel