Home / Narasi Islam / Ekonomi / Menjaga Sharia Compliance Di Dunia Perbankan Syariah Itu Sangat Penting

Menjaga Sharia Compliance Di Dunia Perbankan Syariah Itu Sangat Penting

Oleh : Eti Rohmawati (STEI SEBI)

ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Sharia compliance (kepatuhan syariah) adalah ketaatan bank syariah terhadap prinsip syariah yang mana prinsip dan hukumnya berlandaskan pada Al-Qur’an, hadist, ijma, dan ijtihad. Inilah yang menjadi dasar sebuah acuan dalam perbankan syariah, semua yang berhubungan dengan aktivitas perbankan syariah tersebut di dasarkan pada prinsip syariah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberadaan kepatuhan syariah itu penting, khususnya sebagai pembeda antara perbankan konvensional dan syariah.

Selain itu, Abdul Ghofur Anshori (2007) mengatakan bahwa kepatuhan syariah di perbankan syariah sangat erat kaitannya dengan manajemen risiko reputasi, yaitu risiko yang dapat menyebabkan kepercayaan nasabah menurun akibat adanya ketidak patuhan yang dilakukan oleh perbankan syariah itu sendiri. Di lingkungan masyarakat saat ini pun banyak kritikan yang muncul terkait kepatuhan syariah yang mungkin di rasa kurang sesuai dengan prinsip syariah, merasa bahwa terdapat ketidaksamaan antara teori dan praktek sehingga menimbulkan banyak opini dan tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa perbankan konvensional dan syariah sama. Hal tersebut muncul bisa jadi karena kurangnya sosialisasi tentang perbankan syariah sehingga pemahaman akan bank syariah itu sendiri masih kurang.

Dalam jurnal penelitian internasional yang ditulis Hafij Ullah (2014) menyebutkan bahwa 76,05 % responden sangat setuju dan 22,16 % setuju bahwa kepatuhan syariah telah menjadi prioritas pertama dalam melakukan semua transaksi di Bank Syariah Banglades. Tapi disisi lain  pemimpin/otoritas tertinggi Bank Syariah Banglades belum cukup menyediakan program untuk menambah wawasan karyawan dalam lingkup syariah, dimana tiga dari empat bank masih dibawah rata-rata 0,583. Dan lebih khususnya terdapat 50,90% karyawan yang merespon negatif bahwa mereka selalu 100% berusaha untuk mematuhi syariah di seluruh transaksi. Dari penelitian ini juga diketahui bahwa 69,16% sangat setuju jika kepatuhan syariah menjadi penyebab utama masyarakat tertarik ke Bank Syariah di Banglades. Pernyataan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kepatuhan syariah itu sangat penting, meskipun hambatan yang harus di lalui pun juga tidak semudah yang di bayangkan.

Adapun hambatan yang di maksud diantaranya yaitu kurangnya pemahaman khususnya SDM yang bergelut dalam bidang tersebut sehingga perlu untuk meningkatkan pengetahuan terkait kesyariahan dan bagaimana mengaplikasiakannya, kemudian kurangnya penekanan pada kantor cabang untuk selalu menjaga kepatuhan syariah sehingga diperlukan evaluasi mingguan atau bulanan terkait kesesuaian kepatuhan syariah,

Selain itu, Mulya E. Siregar juga mengatakann bahwa salah satu cara untuk bersaing dengan perbankan syariah di Asia Tenggara adalah harus meningkatkan kualitas Dewan Pengawas Syariah (DPS), diantaranya melalui pertemuan tahunan, melakukan sertifikasi hingga mengikuti pelatihan di lembaga keuangan syariah. Jadi DPS tidak hanya mengetahui fatwa dan regulasi tapi diharapkan juga memahami manajemen resiko. Sehingga kontribusi DPS dapat dirasakan dalam menjaga kepatuahan syariah di perbankan syariah.

Penelitian tersebut telah membuktikan bahwa menjaga sharia compliance dalam dunia perbankan syariah itu sangat penting. Jika sudah mengetahui bagaimana pentingnya keberadaan hal tersebut, yakinlah akan banyak masyarakat yang bergabung dalam perbankan syariah. Karena sejatinya tidaklah Allah menciptakan sesuatu yang sia-sia dan tidak pula ekonomi syariah di kembangkan dengan tujuan menghancurkan ekonomi dunia, namun sebaliknya. Ekonomi syariah diciptakan dan dikembangkan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat yang ada di dunia ini. Dan untuk memperluas ilmu pengetahuan tentang perbankan syariah khususnya sharia compliance, perlu adanya pendekatan serta penyebarluasan kepada masyarakat yang masih awam terkait hal tersebut. (SaBah/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri

Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Al-Hilal Bank Menyambut 115 Orang Generasi Bankir Syariah Terbaru