Home / Berita / Internasional / Asia / Etnik Kurdi Benteng Khilafah Utsmaniyah, Kenapa Memberontak Turki Sekarang? (Bagian 5)

Etnik Kurdi Benteng Khilafah Utsmaniyah, Kenapa Memberontak Turki Sekarang? (Bagian 5)

Kampanye HDP. (Turkey Post)
Kampanye HDP. (Turkey Post)

dakwatuna.com – Ankara. Dalam pemilu Turki terakhir, mayoritas etnik Kurdi diketahui masih memberikan dukungan kepada Partai Rakyat Demokratik (HDP) yang berhaluan kiri. Walaupun sebenarnya, perolehan HDP berkurang 3% dari pemilu bulan Juni. Kenapa dukungan itu masih besar?

HDP bisa memanfaatkan perasaan dizhalimi pada etnik Kurdi. Partai yang baru berhasil masuk parlemen ini menampilkan diri sebagai representasi etnik Kurdi dengan segala lapisannya. Partai ini juga mengaku terbuka untuk pemeluk semua agama.

Walaupun kuat dalam memegang ajaran agama Islam, etnik Kurdi merasa penting adanya partai yang mewakili mereka secara etnik. Apalagi setelah pemerintah Turki mengakui Abdullah Ocelan dan Partai Buruh Kurdistan (PKK) sebagai mewakili etnik Kurdi dalam perundingan-perundingan perdamaian.

Etnik Kurdi merasa negara Khilafah Utsmaniyah yang dulu mereka dukung tidak ada di Turki. Sementara itu di wilayah Kurdi sendiri sedang terjadi tarik-menarik dukungan seiring dengan berkecamuknya perang di Irak dan Suriah yang bersentuhan secara langsung dengan mereka. Karena itu, etnik Kurdi merasa keberadaan partai yang secara resmi mewakili etnik mereka adalah sangat penting.

Walaupun demikian, etnik Kurdi kiranya kembali mengingat bahwa runtuhnya negara Khilafah Utsmaniyah terjadi karena ulah organisasi-organisasi dan partai-partai yang jelas didirikan dan didukung negara-negara Barat. Hal yang sama saat ini terjadi pada PKK dan HDP, sangat didukung negara-negara Barat? Apakah skenario jatuhnya khilafah mereka biarkan terulang kembali saat ini? (msa/dakwatuna)

Etnik Kurdi… (Bagian 1)

Etnik Kurdi… (Bagian 2)

Etnik Kurdi… (Bagian 3)

Etnik Kurdi… (Bagian 4)

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi