Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Tipuan yang Berhasil Menipu Banyak Manusia

Tipuan yang Berhasil Menipu Banyak Manusia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Dalam kehidupan kita di dunia ini, Allah SWT memberikan waktu dan kesempatan bagi Iblis untuk menggoda manusia, sebagaimana tipuan yang Iblis lakukan pada Nabi Adam as sehingga terusir dari surga.

Iblis-lah yang membuat tipuan-tipuan kepada kita sehingga perbuatan yang buruk bisa terlihat indah. Kita sering mendengar ada beberapa manusia yang meninggal karena minuman “oplosan”, itu adalah salah satu bukti bahwa iblis berhasil menipu manusia.

Dari sekian banyak tipu daya Iblis, tipuan apakah yang banyak berhasil menipu manusia?

Jawabannya sederhana: tipuan KENIKMATAN DUNIAWI.

Banyak manusia yang rela mengabaikan kenikmatan surga demi kenikmatan dunia. Banyak manusia lebih bersungguh-sungguh untuk kaya dari pada bersungguh supaya pantas masuk surga. Banyak orang rela bekerja keras siang malam tanpa mengenal lelah namun malas dan merasa berat untuk melakukan shalat. Contohnya sederhana, banyak manusia yang mengabaikan shalat karena alasan pekerjaan, itu artinya, dia lebih tertarik kaya di dunia dan mengabaikan kenikmatan surga. Seolah-olah Surga tidak nyata dan hanyalah dongeng belaka.

Perhatikan di sekitar anda, cukup banyak manusia yang rela bekerja keras dan mengorbankan segalanya demi uang. Ya, demi uang.

  1. Ada yang bekerja tidak peduli halal haram, demi apa?
  2. Ada yang tidak shalat karena alasan pekerjaan, demi apa?

Bahkan sebagian besar waktu kita dihabiskan untuk mencari UANG. Bahagia atau menderitanya seseorang, sering diukur dengan UANG. Manusia rela mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga demi UANG. UANG dan UANG.

Mengapa uang begitu menarik bagi manusia? Apa sebenarnya tujuan manusia mengumpulkan uang?

Jawabannya pun sederhana: KEBAHAGIAAN.

Dengan uang, manusia dapat makan enak, beli rumah yang nyaman, mobil mewah, dan kenikmatan-kenikmatan dunia lainnya.

Uang memang penting, namun, kewajiban kita kepada Allah SWT lebih penting. Jika karena pekerjaan, shalat terabaikan maka itu artinya anda lebih takut MISKIN dari pada takut NERAKA.

Mengapa mereka manusia tidak takut neraka? Apakah mereka mengira neraka itu hanya dongeng belaka? Bukan sahabat, NERAKA itu NYATA.

Tidak sepantasnya MISKIN lebih ditakuti dari pada NERAKA. Banyak manusia yang lalai akan hal ini. Demi kenikmatan dunia mereka rela melepaskan kenikmatan surga, bahkan mereka pun tidak takut dengan siksaan neraka. Pada hal mereka tahu adanya SURGA dan NERAKA. Mengapa demikian? IBLIS, ya, Iblis-lah pelakunya, dia memang musuh kita yang nyata.

Alasan utama manusia mengumpulkan uang adalah karena ingin hidup bahagia, dengan uang manusia dapat membeli dan memiliki berbagai macam barang, bahkan wanita cantik pun bisa diperoleh jika memiliki banyak uang. Benarkah setelah manusia banyak uang dia akan bahagia? jawabannya, BELUM TENTU.

Fir’aun kaya raya, tapi mati tenggelam dan hina. Bahkan jasadnya dipertontonkan. Apakah Fir’aun bahagia selama hidupnya? Lalu mengapa dia menyiksa bani israel sedemikian rupa jika harta sudah membuatnya bahagia, bukankah dia sudah kaya raya.

Qarun juga kaya raya, tapi terhina dan mati ditelan oleh bumi bersama harta bendanya, bahkan kita mengenal istilah “harta karun” adalah kaitannya dengan manusia ini. Harta membuatnya sombong, sehingga Allah SWT mengazab karena kesombongannya itu. mengapa Qarun yang sudah kaya itu SOMBONG? Bukankah seharusnya dia bahagia dan tidak perlu sombong. Ini adalah efek samping dari harta, dia tidak hanya menjanjikan kekayaan tapi juga kesombongan.

Sahabat dapat perhatikan juga para koruptor negeri ini, mereka para koruptor justru bukanlah orang miskin. Mereka justru orang yang memiliki jabatan tinggi dan bergaji besar. Orang yang kita anggap kaya ternyata dia sendiri masih merasa kurang kaya. Sampai seberapa banyak dia akan merasa cukup? Sampai kapan dia akan berhenti? Dia lalai karena harta, lalu tiba-tiba ajal menjempunya, waktu yang dimiliki digunakan untuk duniawi, akibatnya dia akan menyesal, dan menyesal bukanlah hal yang menarik.

Banyak harta ternyata tidak menjamin seseorang dapat bahagia. Bahkan banyak harta dapat membuat seseorang menjadi sewenang-wenang seperti Fir’aun, dan bisa menjadi sombong seperti Qarun, dan bisa juga menjadi semakin tamak seperti para koruptor. Mengumpulkan harta seperti meminum ari laut, semakin banyak meminum air laut justru kita merasa semakin haus.

Inilah tipuan Iblis yang cukup sukses membuat banyak manusia tertipu. Allah SWT pernah menggambarkan keadaan seperti ini di dalam Alquran, perhatikan ayat berikut ini:

Artinya: Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. (QS. Al Baqarah: 17)

Di dalam ayat di atas, Allah SWT memberikan suatu perumpamaan, yaitu, ada segolongan manusia yang menyalakan api dengan harapan memperoleh cahaya, namun, Allah SWT berkuasa menghilangkan cahaya itu meskipun api itu menyala, sehingga mereka tetap dalam kegelapan meskipun api sudah menyala.

Demikian pula dalam kehidupan nyata manusia, dia bersusah payah mengumpulkan harta supaya bahagia, tapi Allah SWT berkuasa menghilangkan kebahagiaan yang diharapkan tersebut, meskipun dia dalam keadaan kaya raya. Sehingga banyak kita lihat orang kaya tapi tidak bahagia bahkan orang miskin ada yang lebih bahagia dari pada orang kaya. Itulah Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Harta yang melimpah tidak menjamin anda untuk bahagia, itu kenyataannya, lalu apa yang bisa menjamin kita bisa bahagia?

Jawabannya ada di dalam Alquran, sungguh Allah SWT menurunkan Alquran benar-benar sebagai petunjuk bagi manusia. Perhatikan ayat berikut ini:

Artinya: Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah: 268)

Ayat di atas menerangkan, bahwa setan menakut-nakuti kita dengan kemiskinan, sampai-sampai kita lebih takut miskin dari pada masuk neraka, sehingga manusia cenderung kikir dan rakus. Allah SWT menjanjikan sebaliknya, yaitu AMPUNAN dan KARUNIA, dan Allah Maha Luas KaruniaNya.

Mungkin anda bertanya, apa menariknya ampunan dan karunia?

Begini,

AMPUNAN adalah penghapusan DOSA atas kesalahan-kesalahan kita. DOSA adalah satu-satunya alasan kita mendapatkan azab dari Allah SWT. Sehingga jika anda tidak memiliki dosa, maka tidak ada lagi alasan bagi Allah SWT untuk menurunkan azab untuk anda. Dengan demikian hidup anda akan terbebas dari kesulitan dan kesengsaraan, hidup anda akan terasa lebih mudah dan ringan, dan akhirnya… BAHAGIALAH hidup anda.

Bagaimana dengan karunia?

Harta benda dan kenikmatan duniawi lainnya merupakan bagian dari KARUNIA Allah. Allah SWT bisa saja menjadikan anda kaya, sehingga anda dapat lebih bermanfaat bagi orang lain atas kekayaan anda itu.

Rumusnya:

AMPUNAN + KARUNIA ALLAH = hidup BAHAGIA (Dunia dan Akhirat)

Pertanyaan pentingnya:

Bagaimana caranya supaya mendapatkan ampunan dan karunia Allah SWT yang dijanjikan dalam ayat tersebut?

Jawabannya, ada pada ayat sebelumnya yaitu ayat 267, sebagai berikut:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. Al Baqarah: 267)

Berdasarkan ayat di atas, yang perlu anda lakukan untuk mendapatkan ampunan dan karunia Allah SWT adalah BERSEDEKAH dan memberi manfaat untuk orang lain dengan apa yang diberikan Allah kepada kita.

Belanjakanlah sebagian dari harta anda di jalan Allah SWT, yaitu, berikan kepada fakir miskin atau siapapun yang memerlukan pertolongan, termasuk sekolah dan masjid. Berikanlah pemberian dengan pemberian yang baik dan berguna. Kemudian berharaplah atas ampunan dan karunia Allah SWT. Maka kebahagian yang sebenar-benarnya adalah output-nya.

Berikut gambaran singkatnya:

Janji (tipuan) IBLIS:Janji Allah SWT:
BANYAK HARTA = BAHAGIASEDEKAH = AMPUNAN + KARUNIA = BAHGIA Dunia-Akhirat

 

Janji manakah yang ingin anda pegang?

Sesungguhnya Allah Maha Menepati janji.

Jadi, mulai sekarang, bekerjalah, dan jangan berlebihan dalam bekerja. Kemudian bersedekahlah dengan harta, ilmu, dan tenaga, bermanfaatlah untuk orang lain, maka, anda akan mendapatkan janji Allah SWT atas ampunan dan karuniaNya, dan akhirnya… sambutlah HIDUPLAH BAHAGIA, DUNIA DAN AKHIRAT.

Wallahu A’lam Bish-shawab.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Dwi Agus Wahyudi
Anak kedua dari tujuh bersaudara. Lulus dari jurusan Akuntansi Universitas Islam Malang pada tahun 2005. Menjadi santri di beberapa pondok pesantren di Jawa Tengah sejak tahun 1994 sampai tahun 2000. Bekerja di beberapa perusahaan swasta sejak tahun 2005. Memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai General Manager pada tahun 2012 dan berwiraswasta sampai sekarang. saat ini menjadi ketua Yayasan Baitul Mal Nabawi dan juga ketua Paguyuban Hapus Riba area Jogja

Lihat Juga

Mencintai Diri Sendiri

Figure
Organization