Figure Archives: Adam AS

Mahkota Takwa Dalam Kerajaan Jiwa

Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (QS. Ali Imran: 123). Inilah puncak dari perjalanan kita, syukur. Takwa yang telah menjelma menjadi mahkota dalam jiwa, maka akan mengantarkan pelakunya untuk senantiasa berucap syukur kepada Robb Semesta Alam dalam kondisi apa pun. Atas dasar rasa syukur pula, manusia akan terdorong untuk terus beramal. (Sa’id Hawa)

Baca selengkapnya »

Mengenal Sosok Ali Bin Abi Thalib RA

Keberanian seorang Ali memang terbukti di mata para sahabat yang lain. Betapa tidak, dalam usia yang masih terhitung belia, Ali menantang seorang Amru bin Wad. Amru bin Wad adalah sosok seorang kesatria Jazirah Arab dan digambarkan dengan kekuatan sebanding seribu orang. Peristiwa ini terjadi ketika masa Perang Khandaq.

Baca selengkapnya »

Romantisme Agama dan Semunya Rasionalitas

Sejatinya agama bukanlah sebuah konstetansi siapa benar, siapa salah. Tapi, soal rasa junjung akan kebenaran ilahiyat yang telah menjadi visi yang diemban para pengutus-Nya. Agama bukanlah masalah keromantisan ayat-ayat tentang surga dan hiruk-pikuk neraka yang dijadikan sabda politik kepentingan. Agama seharusnya menjadi visi semesta demi kesejahteraan masyarakat. Bukan seperti tafsiran syair Abu Nawas,” aku tak layak di surga-Mu, aku juga tak mampu menahan api neraka-Mu”. Olehnya itu, agama bukan dimaknai seperti memparafrasakan gurindam atau segala jenis karya seni. Agama itu diyakini dalam hati, dilisankan untuk disampaikan dan diamalkan sebagai buah kefahaman, itulah Iman sebagai pondasi keberagamaan. Laksana sayatan pedang di tengah perang, setajam pena dalam lembaran suhuf-suhuf.

Baca selengkapnya »

Hikmah Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah adalah momen bertaqarrub, mendekatkan diri kepada Allah, membuktikan keimanan, ketaqwaan, dan kecintaan, serta mencari simpati dan keridhaan-Nya dengan berbagai amal kebaikan, sekaligus meneladani sifat-sifat Nabi Ibrahim yang telah berhasil membuktikan keimanan dan kecintaannya yang sempurna kepada Allah, juga akhlaknya yang mulia kepada makhluk-Nya.

Baca selengkapnya »

Mengenal Hakikat Manusia

Pada akhirnya, semua hakikat manusia ini akan jelas dipahami jika dunia telah hancur karena kiamat yang terjadi. Pada saat itu manusia akan diminta pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan kepadanya berupa tugas untuk beribadah kepada Allah SWT semata dan menjadi khalifah di muka bumi.

Baca selengkapnya »

Optimalisasi Nikmat Usia

Para ulama terdahulu, dalam upayanya optimalisasi setiap detik kehidupan yang dijalaninya, mengatakan, shalat lima waktu adalah “neraca harian” kita. Shalat Jumat merupakan “neraca pekanan”, puasa di bulan Ramadhan menjadi semacam “neraca tahunan” dan menunaikan haji menjadi “neraca atau timbangan usia” kita.

Baca selengkapnya »

Bekerjalah Demi Kehormatanmu

Ayolah, bekerja! Bekerja sekuat dan semampu kita. Tidak perlu malu dan gengsi, apapun jenis pekerjaan yang kita lakukan asalkan halal tidak akan menurunkan derajat seseorang di hadapan Allah. Bercocok tanam, menjadi kuli bangunan, penjual bakso, tukang tambal ban, tukang cukur, itu semua lebih baik dan mulia daripada pengangguran, hidup menjadi peminta minta atau belas kasihan orang lain. Jangan hanya melihat pekerjaan dari jenis pekerjaannya tapi yang utama lihatlah halal-haram nya. Pekerjaan yang di mata manusia nampak hina namun halal jauh lebih baik daripada nampak mulia di mata manusia namun hina di hadapan Allah.

Baca selengkapnya »

Wanita, Kartini, dan Emansipasi dalam Tinjauan Sejarah Islam

Emansipasi yang ditunggangi oleh para kaum liberalis dan feminisme semakin mengemuka akhir-akhir ini. Posisinya semakin kuat karena didukung oleh keawaman banyak masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, salah seorang ibu yang beranggapan bahwa hari Kartini merupakan hari kebebasan bagi mereka untuk mengerjakan tugas-tugasnya sebagai seorang wanita. Hal ini didapatkan secara nyata di salah satu daerah di Indonesia. Mungkin ini hanya salah satu contoh kecil mengenai isu emansipasi yang telah tertancap di masyarakat. Padahal dari muatan-muatan perjuangan Kartini, hanya mengajarkan agar kaum wanita berpendidikan dan mampu mengetahui kodratnya sebagai wanita. Sebagaimana kumpulan tulisannya yang kemudian diterjemahkan dalam buku “ Habis Gelap Terbitlah Terang”. Beberapa sejarawan menegaskan sebagai inspirasi Kartini dari ayat Al Qur’an “mina dzulumaati ila nuur”. Sehingga sudah sepantasnya masyarakat memahami bahwa wanita tidak akan pernah setara dengan laki-laki. Namun, tidak juga berada di bawah mereka. Karena keduanya merupakan pasangan yang saling melengkapi. Usaha mereka dalam menempuh pendidikan setinggi-tingginya tidak lain hanya untuk meningkatkan keterampilan dalam mendidik anak-anaknya kelak. Karena tidak bisa dinafikan bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi seorang anak.

Baca selengkapnya »

Berbuat Salah dan Kewajiban Bertaubat

Terbukanya pintu hidayah masing-masing orang itu tidak sama waktunya. Bersyukurlah jika sejak awal kehidupan pintu hidayah sudah terbuka. Cahaya Islam telah menyinari kehidupan. Namun bagi yang sekian lama bergelimang dalam maksiat dan dosa, tidak perlu berkecil hati apalagi berputus asa. Allah Maha Pengampun. Pintu taubat senantiasa terbuka bagi hamba-hambaNya yang menyadari dan menyesali kesalahanya serta serius ingin menapaki jalan yang lurus. Sebesar apapun dosa yang dilakukan selagi seorang hamba sungguh-sungguh mau bertaubat niscaya Allah akan mengampuninya. Allah berfirman: Katakanlah, ‘’Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi maha Penyayang.’’ (Az-Zumar: 53)

Baca selengkapnya »