Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Mencintai Diri Sendiri

Mencintai Diri Sendiri

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (hazhzhy.wordpress.com)

dakwatuna.com – Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna di antara makhluk lainnya. Setiap orang dilahirkan dengan kekurangan dan kelebihan yang berbeda-beda. Tidak sedikit dari kita mempunyai masalah terhadap diri kita sendiri. Banyak yang belum paham dan mengerti bagaimana dirinya. Itulah yang membuat kita selalu melihat setiap kekurangan yang ada pada diri kita maupun orang lain.

Contoh hal yang paling sering kita lakukan adalah selalu membandingkan paras kita dengan orang lain. Tak sadar seringkali kita mengagumi kecantikan seseorang dengan berlebihan. Setiap kali kita membuka sosial media dan mengagumi setiap wajah cantik yang kita lihat. Pada akhirnya kita bercermin dan tidak menerima keadaan diri kita pada saat itu dengan bertanya pada diri sendiri “kok kulit saya hitam, kenapa pipi saya tidak tirus, kita terus mengatakan kekurangan fisik kita di depan cermin.

Dikutip dari karangan @alvisyahrn yang diunggah melalui akun instagramnya tentang definisi cantik, bahwasanya “kau menyempitkan definisi cantik lalu tersiksa dengan definisi cantik yang kau buat sendiri, dan secara tidak sengaja kita menjadi korban body shamming untuk diri kita sendiri”.

Terkadang kita beranggapan bahwa kecantikan fisik itu adalah segalanya dan menghubungkan segala sesuatu dengan kecantikan. Menghubungkan antara jodoh dengan kecantikan, pekerjaan dengan kecantikan, nasib baik dengan kecantikan. Padahal setiap orang mempunyai sisi kecantikan yang berbeda-beda.

Mirisnya kita terlalu mengagungkan kecantikan dan ketampanan seolah ia penentu takdir kita. Mengapa kita sulit mempercayai bahwa Allahlah Penentu segalanya, baik jodoh, rezki dan takdir yang lainnya. Itulah yang membuat kita benci terhadap diri kita sendiri karena kita hanya menilai dan mengeluhkan kekurangan diri kita hingga kita kehabisan waktu untuk menemukan apa sebenarnya kelebihan diri kita.

Untuk itu kenapa kita tidak mencoba memulai untuk menerima diri kita dengan segala kekurangan dan memanfaatkan kelebihan yang kita miliki, bukan mengeluhkan semua kekurangan kita.

Marilah kita mencoba berdamai dan menerima keadaan diri kita saat ini karena menerima keadaan diri sendiri jauh lebih positif dari pada bergulat dengan diri sendiri dan menolak apa yang telah Allah berikan terhadap diri kita. Untuk itu mulailah mencintai diri kita sendiri dengan lebih banyak bersyukur dan percaya kepada Allah.

Bersyukur atas nikmat yang kita rasakan sampai saat ini, bersyukur atas paras dan fisik yang telah Allah karuniakan untuk kita serta percaya bahwasanya pilihan Allah yang terbaik dan hanya Allah yang mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. (Al-Baqarah: 216)

Ikhlas dan menerima keadaan diri, ikhlas menerima diri kita sepenuhnya dengan tidak mengeluhkan seberapa banyak kekurangan yang ada dalam hidup kita.

Menurut Arian surya mengatakan bahwa “sumber masalah besar dalam hidup kamu saat ini, kamu tidak mau terima dengan masalah kamu saat ini, serta hidup seseorang tidak akan bisa berubah sebelum orang itu mau menerima keadaannya saat ini secara penuh”(https:youtu. be/nWGLNYSK0Jo)

Menikmati dan berusaha melakukan perubahan, menikmati segala sesuatu yang kita punya, menikmati bahwa diri kita memang seperti ini tidak perlu membandingkannya dengan orang lain. Coba sesekali bercermin dan katakan pada diri kita bahwa ternyata saya cantik, saya memang begini, saya bangga pada diri saya dan saya bahagia seperti ini. Memang terlihat eksis tapi hal itu membuat kita percaya bahwa setiap orang mempunyai suatu hal yang luar biasa dalam dirinya.

Selanjutnya berusaha melakukan perubahan untuk mencapai apa yang kita mau. Tetapi sebelumnya kita harus mampu menerima diri kita sendiri. Dengan kita menerima diri sendiri terlebih dahulu usaha yang kita lakukan terasa menyenangkan, happy, dan tidak menjadi beban.

Begitupun sebaliknya ketika kita berusaha menutupi kekurangan diri kita tanpa menerima terlebih dahulu keadaan diri kita. Usaha itu akan terasa sia-sia, berat dan menjadi beban saat dilakukan. (lulu/dakwatun.com)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3,00 out of 5)
Loading...
Avatar

Lihat Juga

Sabar

Figure
Organization