Topic
Home / Berita / Opini / Sabar

Sabar

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com – Firman Allah: Hai sekalian orang-orang yang beriman, sabarlah (melakukan taat dan menjauhi maksiat) dan jangan kalah sabar dalam menghadapi orang-orang kafir. (Ali Imran: 200)

Firman Allah: mereka yang bila terkena bala (ujian) berkata: Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un: (kami adalah hamba/milik Allah dan kepada-Nya lah kami akan kembali)

Ayat ini menyatakan bahwa kesabaran mereka berdasarkan iman Tauhid mereka yang sungguh-sungguh kepada Allah, mengerti benar-benar bahwa segala yang terkena pada dirinya semata-mata dari Allah yang seharusnya ia rela menerima hukum Allah.

Firman Allah: pergunakanlah untuk mencapai tujuanmu kesabaran dan sembahyang. Sesungguhnya Allah selalu membantu orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah: 153)

Kesabaran menahan hawa nafsu yang keburu dalam mencapai suatu cita-cita, dan kesabaran mengusahakan berbagai jalan ikhtiar untuk mencapai cita-cita, di samping itu sembahyang meminta kepada Allah untuk terlaksananya harapan yang di cita-citakan, merupakan jaminan besar untuk tercapainya cita-cita, harapan dan tujuan itu.

Abu Yahya (Syuhaib) bin Sinan Arrumy r.a berkata: Rasulullah bersabda: sangat mengagumkan keadaan seorang mukmin, sebab segala keadaannya untuk ia sangat baik, dan tidak mungkin terjadi demikian kecuali bagi seorang mukmin: jika mendapat nikmat ia bersyukur, maka syukur itu lebih baik baginya, dan bila menderita kesusahan sabar, maka kesabaran itu lebih baik baginya. (HR. Muslim)

Mensyukuri suatu nikmat berarti memupuk nikmat dan menimbulkan pahala yang lebih besar dari kenikmatan dunia yang telah diterima. Demikian pula jika menderita bala kesusahan, lalu sabar, maka pahala kesabaran merubah suasana bala menjadi kenikmatan sebab pahala yang tersedia baginya jauh lebih besar daripada penderitaannya.

Aisyah bertanya kepada Rasulullah tentang hal wabah kolera, maka diberi tahu oleh Rasulullah bahwa wabah thaun ialah suatu siksa Allah yang dikirimkan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi para hamba-Nya yang beriman. Maka seorang mukmin yang berada di daerah yang kejangkitan wabah itu jika sabar dan ikhlas karena ia mengerti tidak akan terkena wabah itu kecuali kalau memang sudah ditakdirkan Allah baginya, maka Allah akan mencatat baginya sebagai pahala seorang mati syahid. (HR. Bukhari)

Pengertian hadits ini, seorang yang berada dalam daerah wabah tidak boleh melarikan diri keluar daerah, sebagaimana seorang yang belum masuk ke dalam daerah wabah harus kembali, dan tidak boleh masuk ke daerah itu. Kemudian kesabarannya mempertahankan diri dalam daerah wabah dengan keyakinan bahwa ajal sudah ditentukan, dan tidak berubah oleh ada atau tidak adanya wabah. Itulah yang menyebabkan ia mendapat pahala syahid.

Abdu Said dan Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah bersabda: tiada seorang muslim yang menderita kelelahan atau penyakit atau kesusahan (kerisauan) hati, bahkan gangguan yang  berupa duri melainkan dari semua kejadian itu akan berupa penebus dosanya. (HR. Bukhari Muslim)

Demikian besar karunia Allah kepada seorang muslim, hingga tiap-tiap penderitaannya yang biasa, Allah bersedia menjadikannya sebagai penebus dosanya, asalkan disambut dengan jiwa iman dan kesabaran. (resti/dakwatuna.com)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Resti Fauziah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Nama Saya Resti Fauziah asal dari Kota Majalengka sekarang saya sedang menuntut ilmu di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Sebi Depok saya ambil prodi Akuntansi Syari'ah alhamdulillah saya beasiswa SDM Ekspad 100% di Sebi. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Lihat Juga

Bersyukurlah, Maka Hidupmu Akan Bahagia

Figure
Organization