Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ustadz yang Amanah

Ustadz yang Amanah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: chietitoday.it)
Ilustrasi. (Foto: chietitoday.it)

dakwatuna.com – Ada seorang Ustadz yang selalu mengisi ta’lim setidaknya 2x dalam seminggu, kadang Full setiap hari ada panggilan ceramah. Setiap Pulang dari mengisi ta’lim biasanya ustadz selalu disalami Amplop untuk menghargai sang ustadz, dan biasanya Panitia selalu berbisik “Ustadz, Maaf ini sekadarnya Buat Bensin motor Ustadz”, di beberapa ta’lim yang lain mungkin Panitia nggak enak jika bahasanya tidak diubah, akhirnya mengubah kata-katanya ketika memberikan Amplop berisi uang itu ke saku Sang ustadz “Maaf Ustadz, Ini untuk Jajan Anak Ustadz”.

Bertahun-tahun Sang Ustad mengisi ta’lim rumahnya tetap reot, gubuk bocor dan motornya yang kadang nyala kadang nggak. Hingga suatu ketika Panitia bertanya ” Ustadz, Nggak mencoba mencari rumah baru? Motor Ustadz nggak dicoba ganti yang terbaru agar lancar ngisi ta’limnya”. Sang Ustadz berkata “Belum Ada uangnya Akhi….”

Sang Panitia DKM ini kebingungan dan penasaran “Maaf ya Ustadz, Kan Ustadz ngisi ta’lim tiap hari, ada uang yang diberikan masa nggak cukup untuk beli rumah dan motor dalam jangka sekian tahun?

Sang Ustadz tersenyum ” Akhi…Bagaimana mungkin Ana bisa membeli rumah baru dan Motor baru, la wong amanah antum saat memberikan uang kan bukan untuk itu”.

“Maksud Ustadz?” Tanya Panitia heran.

“Ya kan antum kalo ngasih amplop setelah ta’lim ke saku ana bilangnya begini “Ustadz, Buat beli bensin ya…Ustadz…buat istri ya…Ustadz…buat jajan anak ya, karena uang yang antum berikan itu amanah ya ana nggak gunakan ke yang lain selain yang antum ucapkan ketika memberikan uang itu” terang ustadz menjelaskan.

“Astaghfirullah…. Jadi, misalkan Saya memberikan uang dan bilang ustadz ini buat belanja istri ya lalu ustad jadikan untuk belanja istri semuanya, walapun nilainya jutaan rupiah?” Tanya Panitia melotot kaget.

“Ya iyalah Akhi…. itu kan amanah antum.. masa ana gunakan ke yang lain.. nanti nggak amanah dong” kata ustadz tersenyum lepas.

“Astaghfirullahal ‘azhim… jadi ana selama ini salah ya ustadz, harusnya ana kasih aja itu uang tanpa pesan apapun jadi ustadz bisa gunakan untuk apapun” kata Sang Pemuda ini menitikkan air mata.

“Nah….. gitu… baru bener” kata ustadz sambil menepuk bahu Sang Pemuda panita pengajian itu.

“Baik ustadz, kalo begitu ini ada koper, isinya 300 jutaan, Ustadz belikan ke rumah dan motor baru ya ustadz”.

Alhamdulillah……

***

Renungan Ramadhan.

Anda bisa mengambil hikmah dari cerita di atas? Terima kasih jika sahabat bisa menuliskannya di komentar apa hikmahnya dan membagikan kisah ini kepada sahabat Anda yang lainnya.

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
HR Manager PT Hitachi Power Systems Indonesia, Tinggal Di DKI Jakarta kelahiran Kota Ketapang, Kalimantan Barat. A Speaker, Motivation Trainer, Thinker and a Writer on culture, humanity, education, politics, peace, Islam, Palestinian, Israel, America, Interfaith, transnational, interstate, Management, Motivation and Cohesion at workplace. Committed to building a Cohesive Indonesia, Cohesive Industrial relation, Cohesion at workplace and offer Islamic solutions to the problems that inside. Lulus dari Fakultas Dakwah STAI Al-Haudl Ketapang, Kalbar, Melanjutkan S-2 Manajemen di Universitas Winaya Mukti Bandung, Jawa Barat.

Lihat Juga

Wartawan Olahraga Sebut Dakwah Ustadz Abdul Somad Beringas, FORJIM: Jangan Melampaui Batas!

Figure
Organization