Home / Berita / Nasional / Wartawan Olahraga Sebut Dakwah Ustadz Abdul Somad Beringas, FORJIM: Jangan Melampaui Batas!

Wartawan Olahraga Sebut Dakwah Ustadz Abdul Somad Beringas, FORJIM: Jangan Melampaui Batas!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ust. Abdul Somad (youtube)

dakwatuna.com – Jakarta. Forum Jurnalis Muslim (Forjim) menyesalkan cuitan Zulfikar Akbar, wartawan harian Topskor yang menghujat Ustadz Abdul Somad. Pada Senin (25/12/2017) malam, pemilik akun twitter @zoelfick, Zulfikar Akbar, menulis cuitan tentang kejadian pengusiran Ustadz Abdul Somad di Hongkong. Tidak hanya itu, wartawan harian Topskor ini juga menuduh dan mengaitkan Ustadz Abdul Somad sebagai seseorang yang melahirkan umat beringas.

“Jadi @ustadabdulsomad, jika ditanya knp negara Hong Kong menolak Anda krn memang terbukti hasil dakwah Anda selama ini telah melahirkan umat yang beringas.”

Ketua Divisi Data dan Informasi Forjim, Dudy Sya’bani Takdir, mengungkapkan apa yang disampaikan Zulfikar berpotensi memecah-belah bangsa.

“Bagaimana pun juga Ustadz Somad adalah ulama kebanggaan masyarakat Riau. Pernyataan saudara Zulfikar telah menyakiti hati umat Islam Indonesia, terlebih masyarakat Riau karena dikatakan hasil dakwah Ustaz Somad adalah umat beringas,” ujar Dudy di Depok, Jawa Barat, pada Rabu (27/12/2017).

Apalagi, jelas Dudy, pada cuitan selanjutnya Zulfikar mengungkapkan bahwa selama ini dakwah Ustadz Somad mengajak umat lebih dekat kepada setan alih-alih kepada Allah.

“Ini jelas penistaan. MUI sendiri tidak pernah memberikan fatwa bahwa ceramah Ustadz Somad sesat dan menyesatkan. Dengan demikian, saudara Zulfikar ini menganggap bahwa ceramah Ustadz Somad yang kerap menyampaikan ayat-ayat Al-Quran itu sesat,” ungkap Dudy.

Secara khusus, Forum Jurnalis Muslim meminta agar Zulfikar tidak melampaui batas apa yang bukan wewenang dia sebagai jurnalis olahraga.

“Apa yang disampaikan saudara Zulfikar ini bukan kritikan, melainkan hujatan. Tanpa dasar, tanpa ilmu, tanpa konfirmasi dia mengeluarkan pernyataan menyakitkan tersebut,” tandas Dudy.

Seruan FORJIM Kepada Jurnalis

Mengutip pendapat Bill Kovach, Forjim juga mengimbau seluruh jurnalis untuk taat kepada kode etik jurnalis dan elemen-elemen dasar jurnalisme.

“Mari kita buat iklim di dunia pers yang sehat. Karena seorang jurnalis merupakan rujukan dan tempat bertanya banyak orang. Kalau pribadi jurnalis sering menghujat, akan jadi apa masyarakat kita?” tegasnya.

“Jurnalis merupakan salah satu tiang penyangga kehidupan berbangsa dan berdemokrasi. Karena itu jangan jadi jurnalis partisan, mengabdilah pada kepentingan masyarakat, agar tak ada bias dalam kerja jurnalistik yang dilakukan,” ungkapnya. (sb/forjim/dakwatuna)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

181 Wartawan Menjadi Korban Kejahatan Israel di Aksi Kepulangan Akbar

Organization