dakwatuna.com – Paris, Para pemimpin Zionis Israel khawatir pertemuan negara-negara “Dewan Eropa” berubah menjadi pertemuan untuk mengecam Zionis Israel karena blokade dan agresi yang dilancarkan di Jalur Gaza. Terlebih lagi Turki yang meminta “Dewan Eropa” pada saat ini.

Sumber Zionisme – termasuk surat kabar “(Israel) Today” dan “radio militer” – memprediksi Zionis Israel akan menghadapi posisi sulit dalam konferensi ini, mengingat bahwa Turki adalah ketua “Dewan Eropa” saat ini. Sementara entitas Zionis dalam Konferensi ini diwakili Menteri Luar Negeri Wakil Danny Ayalon, yang memimpin aksi penghinaan terhadap duta besar Turki untuk Israel.

Dijadwalkan pada hari Selasa (26/1) ini berlangsung Konferensi Dewan Eropa di Paris. Yang melibatkan 47 negara Eropa, termasuk negara-negara yang bukan anggota Uni Eropa. Pertemuan ini memfokuskan pada diskusi situasi di kawasan timur tengah, khususnya di Gaza.

Dewan Eropa akan membahas berbagai isu, termasuk menuntut Israel mengakhiri blokade terhadap Gaza. Di samping menuntut militer Israel segera membuka penyelidikan mengenai penggunaan senjata terlarang secara internasional dalam perang di Gaza. (asw/ip)