Home / Arsip Kata Kunci: moral

Arsip Kata Kunci: moral

Pembentukan Moral Mahasiswa melalui Integrasi Ilmu Pengetahuan

Ilustrasi. (okezone.com)

Indonesia merupakan negara Islam yang bisa menjadi role model bagi negara Islam yang lain dengan beragai modal yang dimilikinya. Salah satu modal yang dimiliki adalah genarasi manusia muda. Modal ini harus dikembangakan melalui proses menuntut ilmu yang bermoral secara relijius khusunya di ranah perguruan tingggi. Kampus memempunyai tanggungjawab moral dalam rangka membentuk orientasi mahasiswa dalam meneuntut ilmu agar sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian akan lahir generasi baru bagi Indoesia yang berilmu dan bermoral demi terciptanya tatanan masyarakatyang lebih baik.

Baca selengkapnya »

Nilai Moral Menuju Berdikari

Ilustrasi. (Foto: safruddin.wordpress.com)

Itulah mengapa kita perlu menanamkan nilai continuous improvement, mengusahakan agar diri kita memiliki nilai jual dan potensi yang selalu bertambah, agar tidak tergilas dan tertinggal dengan perkembangan jaman. Continuous Improvement terdiri dari dua kata, continuous yang berarti berkelanjutan, terus menerus dan improvement yang berarti kemajuan, perkembangan. Jadi, continuous improvement artinya perkembangan yang berkelanjutan. Nilai moral ini juga mengajarkan kita agar tidak membuang buang waktu dengan percuma, agar memanfaatkan setiap waktu yang ada untuk meng-upgrade kemampuan dan wawasan agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Baca selengkapnya »

Mental dan Moral Generasi Muda Terancam Hancur

Ilustrasi. (reproduksi-remaja.blogspot.com)

Kita sebagai orang tua, aktivis yang bergerak dalam masalah anak maupun lembaga perlindungan anak melihat masalah tersebut benar-benar sedih sekaligus prihatin sekali akan masa depan generasi muda yang hancur lebih dini, dan negara tercinta ini akan menjadi apa jika tanpa memiliki generasi penerus bangsa yang mental dan moralnya telah dirusak. Tak hanya soal jajan mirip kondom, tapi saat ini juga dihebohkan dengan fenomena LBGT (lesbian, bisexual, gay, and transgender) di mana mengambil anak-anak di bawah umur untuk dijadikan sebagai korban pemuas nafsu seksual mereka.

Baca selengkapnya »

Segarkan Imanmu

Cover buku "Segarkan Imanmu".

Pada bagian terakhir kita diajak untuk memahami rahasia dan rambu-rambu perjalanan emosional dan spiritual dalam Islam. Dan ditambah penguasaan materi yang matang terhadap ilmu-ilmu agama, kedalaman wawasan dan semangat sorang dai. Syekh al-Ghozali secara meyakinkan mengupas makna tobat, warak, ifah, dan qanaah, sabar, syukur, khauf dan berharap kepada Allah, tawakal dan mencintai Allah dan Rasulullah Shollallahu Alaihi wasallam. Disertai dengan koreksi-koreksi tajam atas pemahaman kita selama ini serta cara menerapkannya dalam kehidupan kita.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Adha 1436 H: Tiga Pesan Moral Ibadah Haji Sebagai Spirit Kebangkitan

Ilustrasi. (travelhajidanumroh.com)

Akankah juga kita siap berkorban untuk meninggalkan zona kenyamanan kita selama ini kemudian bergerak menuju pada sebuah sikap kepedulian terhadap urusan agama ini, mengorbankan sebagian waktu kita untuk berfikir dan bekerja demi kembalinya izzatul Islam wal muslimin? Jika kita siap, maka itulah qurban yang juga bernilai tinggi di sisi Allah SWT. Allahu akbar walillaahil hamd!

Baca selengkapnya »

Degradasi Moral Generasi Abad ke-21

Tawuran Antar Warga (inet)

Apalagi yang diharapkan dari generasi seperti ini. Cukup sudah kita berdiam dan membiarkan kondisi ini seolah generasi kita baik-baik saja. Maka dari itu perlu adanya pencegahan dan penindakan. Pencegahan dapat dilakukan dari empat level. Pertama level individu, Faktor utama yang bisa mencegah seseorang melakukan kejahatan adalah kuatnya keimanan dan ketakwaan dalam diri orang tersebut. Kedua, Pada level keluarga, keluarga harus menjadi bagian terdepan dalam memastikan kualitas dan moral anggota keluarga. Pada level masyarakat, kontrol sosial perlu ditegakkan, Generasi yang bermoral lahir dari masyarakat yang peduli. Terakhir level negara, negara wajib menghentikan berbagai kerusakan melalui berbagai sistem, terutama pendidikan.

Baca selengkapnya »

Kekuatan Moral

berbaris

Dari kekuatan moral lah kita akan selalu mendapatkan segudang kesabaran, dalam melalui semua godaan kehidupan. Dari kekuatan moral lah kita terus bekerja, tanpa mengharapkan riuh riang dan tepuk tangan dari orang lain. Dari kekuatan moral pula lah kita akan selalu mendapat ketenangan, dalam keadaan kritis dan genting sekalipun. Karena kekuatan moral tidak hanya menyangkut kapasitas karakter kita kedalam, tetapi juga menyangkut kemampuan kita bersosialisasi dan mengelola orang banyak.

Baca selengkapnya »

Ada Apa dengan Bangsa?

Ilustrasi. (inet)

mari kita perbaharui moral kita, mari kita benahi kembali etika kita, mari kira update cinta kita kepada tanah air ini, mari kita memandang setiap masalah dengan sikap dewasa dan jiwa bersih, tanpa indikasi dan tipu daya dari siapapun, karena ditangan kitalah dan hanya di tangan kita kejayaan bangsa bisa diraih, dan karena kita juwalah bangsa ini akan berakhir dengan sad ending. Jangan harap ada bangsa lain yang memajukan bangsamu kalau bukan kamu sendiri.

Baca selengkapnya »

Televisi; Hiburan, Pendidikan, atau Perusak Moral?

Ilustrasi (fema.ipb.ac.id)

Pengawasan orang tua akan tayangan televisi yang baik akan menjauhkan anak dari dampak negatif dari tayangan televisi. Orang tua harus dapat memilah dan memilih acara yang tepat dengan usia sang buah hati. Jangan biarkan anak menyaksikan acara yang tidak sesuai dengan usianya. Orang tua menemani sang anak nonton, bukan malah orang tua yang ditemani anak menonton televisi.

Baca selengkapnya »

Iklan Rokok dan Perusakan Moral Bangsa

Iklan Rokok di Perempatan Mangga Besar, Jatipadang Jakarta Selatan

Di perempatan Mangga Besar, Jatipadang Jakarta Selatan contohnya. Iklan rokok yang terpampang besar itu menggambarkan pria dewasa yang sedang memeluk wanita. Nyaris nampak seperti ciuman. Dan lagi tulisan yang di bubuhi pada samping gambar tersebut, "Awal Mula Malu-Malu, Lama-Lama Mau". Jelas ini meresahkan warga sekitar.

Baca selengkapnya »