Home / Pemuda / Puisi dan Syair

Puisi dan Syair

Ketika Takdir Berkata

Bukan sekadar dilema yang menyayat hati, Bukan kegelisahan yang menguras kebatinan, Termangu di balik keesaan-Nya, Melintas di antara ruang-ruang sunyi, Silih melintang kerisauan nan mencekam, Perih, menyayat hati. Bukan semata aku pasrah dengan keadaan, Bukan semata aku hancur oleh nestapa, Kemurungan membakar seluruh sendi-sendi tulangku, Mendung durja bak awan tebal nan menari.

Baca selengkapnya »

Senja di Perantauan

Samar-samar namun semakin jelas terdengar Lantunan Dzikrullah mulai terucap dari lisan tak bertulang Kedua telapak tangan mulai menengadah menghadap langit Bait-bait doa yang dipanjatkan mulai melangit Lantunan Rabithah senja mulai menggeming di kedua telinga Lafadz-lafadz yang indah menenangkan hati

Baca selengkapnya »

Sahabat Akhirat

Kutahu keimananku tak sekuat Khadijah binti Khuwailid. Yang rela ikhlas menyumbangkan hartanya di jalan Allah. Kutahu kecakapanku jauh dibanding Aisyah binti Abu Bakr. Yang sanggup menghafal beribu-ribu hadits. Kutahu kesetiaanku tak sebanding Fatimah binti Muhammad. Yang menerima Ali bin Abi Thalib dengan segala kesederhanaannya.

Baca selengkapnya »