Home / Pemuda / Puisi dan Syair (halaman 20)

Puisi dan Syair

Shalihah Itu…

Shalihah itu baik hatinya, lalu rajin menolong yang kesusahan. Shalihah itu tidak sombong lagi riya'. Shalihah itu tertutup auratnya dari bukan mahramnya. Shalihah itu menjaga pandangannya dari yang halal dilihatnya. Shalihah itu lembut lagi menyejukkan kala ada yang melihatnya. Shalihah itu bijak sikapnya. Dan Shalihah itu semoga aku termasuk salah satunya, aamiin.

Baca selengkapnya »

Salep Kebahagiaan

Apakah salep kebahagiaan itu? Jika dioleskan ia akan membuat kita bahagia Apakah setelah dioleskan langsung timbul efek bahagia? Setelah dioleskan salep itu harus menembus membran yang ada di kulit Untuk bisa masuk ke dalam sirkulasi darah ataupun reseptor target Semuanya memerlukan proses hingga tercapainya efek

Baca selengkapnya »

Pemuda Islam

Pemuda Islam.. Zaman terus berganti, mengubah deras gaya kehidupan.. Dirimu sudah sulit menemukan dimana cahaya kebenaran.. Saat amal kebaikan menjadi hal memalukan, dan kemaksiatan menjadi kebanggaan.. Saat mayoritas kebathilan, mengungkung pesona minoritas kebaikan...

Baca selengkapnya »

Puisi untuk Palestina

Wahai tentara HAMAS, Perjuanganmu sudah tepat, Luruskan niat dan kuatkan tekad, Insya Allah kemenangan semakin dekat. Ingatlah saudaraku, Allah memenangkan muslim dalam perang Badar, Jumlah sedikit tapi menggentarkan, Allah memenangkan muslim dalam perang Khandak, Walau Madinah dikepung kafir namun kemenangan ada di tangan Islam.

Baca selengkapnya »

Tubuh

Pernahkah kau dengar, kawan. Sebuah suara dari tanah seberang. Tentang kehilangan yang tidak beradab. Sedangkan atas nama adab. Mereka memaksakan kehendak. Pernahkah kau rasakan, kawan. Angin yang membangunkan. Tak lagi sejuk namun panas membakar. Kulit sampai ke tulang-tulang.

Baca selengkapnya »

Uraian Cinta Untukmu Palestina

Di tengah damainya negri lain, negrimu kembali di bumi hanguskan. Tak pernah kupikirkan, jika aku berada di negrimu. Mungkinkah aku bisa setegar dirimu, Palestina. Kehilangan keluarga, sahabat, teman. Bahkan untuk tempat berteduh pun, tlah dirampas oleh para zionis Kini, aku hanya bisa menatapmu dibalik layar nan tipis ini. Melihat setiap tetesan air mata yang mengalir di wajahmu.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization