Home / Keluarga / Pendidikan Keluarga

Pendidikan Keluarga

Memaknai Hadits dalam Memilih Istri

Ilustrasi. (flickr.com/photos/muslimpage)

“Wanita itu dikawini karena empat hal: Pertama karena kecantikanya, kedua karena hartanya, ketiga karena nasabnya dan keempat karena agamanya, hidupmu akan bahagia”. Bila saya menelaah lebih dalam artian dalam hadits ini adalah laki-laki itu pemimpin dan wanita sebagai istri tidak dipungkiri adalah tempat mencurahkan segala hal permasalahan suami, memilih istri yang dapat kita ajak untuk bertukar pikiran dan yang mampu memberikan ketenangan di kala sedang gundah, begitulah nabi mencontohkan kepada kita.

Baca selengkapnya »

Mengembalikan Fungsi Keluarga untuk Menangkal Propaganda LGBT

Haramnya LGBT (inet)

Anak yang tumbuh dalam limpahan cinta dan kasih sayang dari keluarga akan tumbuh menjadi pribadi yang mampu menghargai diri sendiri dan bertanggung jawab. Sehingga tidak menjatuhkan diri pada hal-hal yang dapat merusak atau membinasakan dirinya. Oleh karenanya agama kita sangat menekankan akan perlunya kasih sayang kepada keluarga. Dalam haditsnya Rasulullah bersabda; “Bukan termasuk golongan kami, orang yang tidak mengasihi yang kecil dan tidak menghormati yang lebih besar”.

Baca selengkapnya »

Tetangga yang Mulia

Ilustrasi. (inet)

Tetangga adalah keluarga yang paling dekat dengan kita, yang rumah-rumah mereka bersampingan dengan rumah kita, yang pintu-pintu rumah mereka paling dekat dengan kita. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Tetangga adalah orang yang paling dekat untuk kita meminta bantuan, tetangga adalah orang yang akan datang pertama saat mendengar kabar kepergian (meninggal) kita atau salah satu anggota keluarga kita, mereka yang akan mengurusi jenazah kita, selagi raga kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa, tetangga yang akan merasakan juga kelaparan yang kita rasakan, lalu mereka berbaik hati membagi makanan yang mereka punya.

Baca selengkapnya »

Memaknai Hidup, Belajar Dari Ibu Para Nabi

Ilustrasi (Erina Prima)

Sungguh kesabaran dan kesucian hati yang benar-benar murni, yang dilandasi penuh keimanan, sehingga tidak ada sedikitpun rasa kebencian dan kecemburuan di hati Sarah kepada Suaminya, Ibrahim dan madunya, Hajar. Semua itu Sarah lakukan demi tecapai keridhaan Allah dan suaminya semata. Atas pelajaran hidup yang diberikan Sarah kepada kita, Allah SWT telah mengangkat Martabat Sarah sebagai ibu yang melahirkan para Nabi dan sempat melihat anak dan cucunya menjadi Nabi dan utusan Allah SWT.

Baca selengkapnya »