Home / Keluarga / Pendidikan Keluarga

Pendidikan Keluarga

Tips Mengelola Keuangan untuk Pengantin Baru

Ilustrasi. (ummi-online.com)

Sebagai Pasangan muda, Anda berdua barangkali akan mulai berpikir tentang orang lain yang menjadi kekasih Anda saat ini, jika sebelumnya bekerja dan belanja untuk diri sendiri tetapi kini berpikirnya melebar kesamping bahwa ada orang yang harus dipikirkan, ini tidak terbatas pada para pria termasuk didalamnya para wanita harus berpikir bahwa disampingnya kini harus ada kekasih yang harus diperhatikan. Meskipun Anda sudah bekerja dan mapan tetap saja Anda kini berdua, bahkan tahun depan sudah memiliki momongan insyaa Allah. Maka Anda perlu mengelola penghasilan Anda mulai dari sejak sekarang

Baca selengkapnya »

Wahai Para Istri, Jaga Harta Suami Maka Surga Bagimu

Ilustrasi. (inet)

Menjaga harta yang diberikan seorang suami dengan cara menggunakannya dengan baik dan benar sudah merupakan sebuah ketaatan seorang istri kepada suaminya. Imbalannya tiket menuju surga Allah SWT. Menjaga harta suami bukan dilihat dari banyak atau sedikitnya harta yang diberikan. Walaupun nilai harta itu sedikit, apabila nafkah itu digunakan untuk keperluan prioritas sama halnya dengan memelihara nafkah suami dengan baik. Apa pun itu pemberian suami harus dijaga. Apabila kurang, diupayakan untuk dicukupkan. Dan apabila lebih, dijaga dengan menabung untuk keperluan berikutnya.

Baca selengkapnya »

Suami Bekerja, Istri Berdoa

Ilustrasi. (Foto: islam-today.ru)

Ala kulli hal, suami dan istri adalah dua raga satu jiwa. Dua hati satu cinta. Mereka harus saling membantu mewujudkan keluarga penuh senyum. Saling menghangatkan saat dingin menerpa. Saling menyejukkan saat panas mengeruhkan suasana. Selalu kompak menjalankan peran masing-masing. Ketika suami bekerja, istri tidak santai-santai saja. Istri harus mendoakannya. Dengan demikian, akan terciptalah keluarga sakinah. Keluarga yang diberkahi Allah swt.

Baca selengkapnya »

Ibu, Tak Ingin Aku Menjadi Alqamahmu

Ilustrasi. (EPA/HOTLI SIMANJUNTAK)

Sebuah kisah yang maha dahsyat pernah terjadi di masa Rasulullah SAW, tentang seorang anak dan ibunya. Cukup haru jika kita mengiktibari dengan seksama. Di mana dalam kisah tersebut diceritakan bahwa ada seorang laki-laki bernama Alqamah, sejatinya dia adalah pribadi yang rajin beribadah dan menghamba padaNya. Namun tatkala dia akan menemui ajalnya, dia kesulitan melafazkan kalimah thayyibah. Sampai akhirnya sang istri menyampaikan hal ini kepada Rasulullah SAW.

Baca selengkapnya »

Ladang Amal Birrul Walidain

Ilustrasi. (Foto: rawmavy.deviantart.com)

Suatu hari, ‘Abdullah Bin Mas’ud bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling utama?” Rasulullah menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Kemudian ia kembali bertanya, “Lalu apa lagi?” Rasulullah menjawab, “Berbakti kepada orang tua.” Kemudian ia kembali bertanya, “Lalu apa lagi?” Rasulullah Shallallahu ’alaihi Wasallam menjawab, “Berjihad di jalan Allah.”. (Muttafaq ‘Alaih)

Baca selengkapnya »

Keharmonisan Rumah Tangga, Anda yang Ciptakan!

Ilustrasi. (amnahakim.com)

Saya sudah menginterview banyak wanita berumah tangga dari sejak mereka menikah dari tahun pertama, dalam temuan saya mengejutkan foto mesra mereka kebanyakan di usia 40 tahun ke atas, lalu ke mana saja mereka sebelum 40 tahun? Tahun pertama sampai tahun keempat pernikahan biasanya wanita cenderung bersabar dan ikhlas menerima pasangannya, tetapi tahun kelima hingga tahun ke-15 pernikahan sebagian wanita melanglang buana mencari "pelampiasan" dengan banyak mengenal lelaki selain suaminya.

Baca selengkapnya »

Emak dan Ayah: Keteladanan “Romantisme” yang Tak Pernah Padam

Ilustrasi. (stnajah.net)

Bayangkan saja, ada sepasang kakek-nenek yang pergi memancing berdua. Oh...sungguh sebuah romantisme kehidupan yang tak bisa ditukar dan dibeli dengan apapun jua (mewek deh...). Berharap semoga kami anak-anaknya yang berjumlah enam orang ini bisa meneladani setiap kebaikan dari emak dan ayah, yang selalu harmonis dan mesra dengan pasangan hidup kami masing-mading sampai masa tua nanti (hanya maut yang memisahkan).

Baca selengkapnya »

Menikah Tanpa Perasaan Cinta

Ilustrasi. (Rudi Trianto)

Perasaan cinta mampu tumbuh dengan sendirinya, terlebih bagi seorang perempuan, melihat pasangan berakhlak baik pun telah getarkan perasaan-perasaan. Jangan takut menikah tanpa perasaan cinta, jika telah yakin bahwa pasangan yang meminangmu miliki pemahaman yang baik terhadap agama. Pasangan yang baik agamanya, menjadikan kewajiban sebagai landasan tanggung jawabnya. Dan tanggung jawab ialah bukti cintanya. Tanggung jawab bukan hanya di dunia tetapi akhirat.

Baca selengkapnya »