
Perbincangan yang marak belakangan ini adalah terkait skenario besar dari penjajah Israel untuk kembali melancarkan agresinya ke Jalur Gaza, dan hal itu benar-benar menjadi barang dagangan bagi media-media saat ini. Mereka menggiring opini seakan-akan agresi Jalur Gaza jilid II akan segera terjadi. Bahkan para analis dan intelijen mengamini kemungkinan terjadinya agresi itu.

Banyak pertanyaan yang tertuju terhadap permasalahan Palestina, namun dalam kesempatan kali ini kita mencoba untuk mengerucutkannya dalam sebuah pertanyaan, apa yang akan terjadi apabila Hamas menang dalam beberapa proses pemilu nanti? Hal ini mendapatkan perhatian yang lebih baik dari dalam maupun dari dunia internasional, dan juga dari bangsa Palestina sendiri, baik yang berada di dalam maupun mereka yang terusir keluar atau terpencar di berbagai belahan dunia.

Para pejabat Israel mencemaskan efek dari revolusi yang terjadi di negara-negara Arab. Mereka menilai revolusi yang tengah terjadi saat ini akan didominasi oleh gerakan Islam sekaligus akan melebarkan hegemoninya di tanah Arab. PM. Israel, Benjamin Netanyahu merupakan sosok yang sangat khawatir dengan hal ini, ia mengingatkan dunia akan kondisi serupa dengan membandingkannya dengan revolusi Iran.

Angin Revolusi Arab yang berhembus sejak awal tahun 2011 dan singgah di beberapa negara kawasan kini mulai menampakkan hasilnya, tepatnya di Tunisia. Hal itu terjadi setelah negara tersebut pada Minggu (23/10), sukses menggelar pemilihan umum pertama pasca revolusi, sejak lengsernya rezim Zine el-Abidine Ben Ali pertengahan Januari silam.

Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) atau yang sekarang disebut Uni Eropa (UE) adalah salah satu contoh bagaimana pengembangan kawasan bisa memberikan salah satu alternatif dikotomi nasionalisme negara. Terlepas dari krisis ekonomi AS tahun 2010 yang sekarang menjalar ke Eropa dimana Irlandia dan Yunani sempat dilanda krisis, tetap saja stabilitas UE relatif cukup baik. Setelah pada inisiasi awal hanya berdebat seputar penghapusan rivalitas lama Jerman vs Prancis di Eropa serta sebatas kerjasama industri baja dan batu bara di Traktat Paris, tahun 1952.

Saya ingin mengkritisi RUU Intelijen yang saya tidak terlibat membahasnya di Komisi 1 DPR RI. Saya baru dengar sedikit pagi ini. RUU Intelijen ini sangat berbahaya kalau hanya mau memikul maksud tertentu. Ada udang di balik batu. Kalau RUU Intelijen disepakati, ke depan, BIN hanya akan mengurus teroris dan mendengar soal teroris. Bukankah Intelijen itu alat dengar? Masalahnya apa yang mau di dengar oleh negara? Salah satunya apa yang dianggap ancaman RUU Intelijen.

Bagi saya, tidak pernah terbayang bahwa mengatasi korupsi akan sesulit ini di negeri ini. Karena pada dasarnya kita tidak mulai dari nol. Itulah sebabnya saya selalu menolak perasaan tidak berdaya dalam mengatasi korupsi seolah kita tidak punya modal sosial sebagai bangsa. Modal sosial kita terlalu besar untuk mengatasi korupsi, apalagi jika ditambah dengan kemampuan kelembagaan semacam KPK dll.

Kemenangan AK Parti (AKP) di Turki sudah bisa ditebak jauh hari sebelum pemilu 12 Juni 2011 kemarin. Ini hanyalah ledakan dari akumulasi perjuangan panjang mereka. Usia perjuangan AKP sebenarnya tidak beda dengan usia Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir.

Kajian terhadap realitas Dunia Islam justeru di awali dari para pegiat westerinisasi, orientalis dan misionaris yang di dukung Barat. Itu dilaksanakan bersamaan dengan penjajahan, dan diteruskan oleh mereka-mereka yang mewarisi misinya. Mereka mengadakan study, penelitian, wawancara, sensus yang mendalam dan menyeluruh terkait Dunia Islam. Hasil dari kajian itu mereka serahkan ke negara mereka atau kepada yang berkepentingan untuk selanjutnya difollow up oleh para ilmuwan, sesuai bidang masing-masing.

Mengapa Netanyahu bersikukuh menegaskan bahwa solusi akhir untuk masalah Palestina atau lebih tepatnya dengan proses penyelesaian atau negosiasi bilateral yang sedang berlangsung, yang dimulai dari Washington itu, harus mencakup pengakuan Palestina bahwa Negara Israel untuk orang-orang Yahudi atau tanah air orang Yahudi?