Home / Berita / Internasional / Eropa / Hanya Karena Seorang Muslim, Tak Ada Promotor yang Mau Promosikan Petinju ini

Hanya Karena Seorang Muslim, Tak Ada Promotor yang Mau Promosikan Petinju ini

Amir Khan, petinju Muslim asal Inggris.  (www.5pillarz.com)
Amir Khan, petinju Muslim asal Inggris. (www.5pillarz.com)

dakwatuna.com – London. Jika saja Muhammad Ali berada di puncak karier pada saat ini, mungkin publik dunia tidak akan menyaksikannya berlaga di atas ring.

Muhamad Ali menjalani tahun-tahun mengesankannya ketika dunia belum mengenal Islamophobia, dan stigma teroris belum dilekatkan di kening Muslim berjanggut dan berjubah.

Amir Khan, petinju Muslim asal Inggris, saat ini bernasib sebaliknya. Puncak kematangannya bertinju terjadi ketika Islamophobia menggejala di AS, dan munculnya gerombolan teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Tidak ada promotor AS yang sudi melirik Khan, apalagi mempertemukan dengan Floyd Mayweather, Desember 2014 mendatang. Mayweather adalah petinju pilihan Khan yang ingin dihadapi.

Kepada The Independent, seorang promotor mengatakan tidak ada promotor AS sudi mempromosikan Khan. “Khan seorang Muslim. Akan sulit bagi promotor menjual pertandingan petinju Muslim ke televisi,” ujar promotor yang enggan disebut namanya.

Sejak ISIS mengeksekusi dua wartawan AS dan satu pekerja kemanusiaan asal Inggris, Islamophobia begitu terasa di AS. Terlebih, Khan berulang kali mengutuk kekejaman ISIS, tapi sama sekali tidak mengubah pandangan orang AS tentang Islam dan Muslim. Seolah setiap Muslim adalah teroris, dan harus dicegah.

Khan merasakan langsung Islamophobia itu. Ia dihentikan sejumlah polisi saat hendak naik pesawat menuju Las Vegas untuk menyaksikan pertarungan Mayweather. Sikap petugas imigrasi AS melunak setelah kantor PM Inggris di Downing Street menelepon Kedubes AS di London.

Bukan saat ini saja Khan bermasalah dengan Islamophobia di kantor imigrasi AS. Tahun 2014, empat bulan memenuhi undangan makan malam di Gedung Putih, Khan ditahan petugas imigrasi Los Angeles saat baru tiba dari London.

Ia menulis di Twiiternya; “Saya selamat tiba di LA, tapi petugas imigrasi menahan saya hanya karena saya Muslim. Saya ditahan lebih dua jam. Petugas imigrasi begitu sombong dan sok profesional.”

Asif Ali, mantan manajer bisnis Amir Khan, mengatakan US Homeland Security mempertimbangkan beberapa hal pada diri sang petinju. Amir Khan seorang Muslim. Ia mengunjungi Pakistan dan beberapa negara pada hari-hari libur, atau sebelum dan sesudah melakukan perjalanan dari Inggris ke AS.

Khan juga mendapat perlakuan tak menyenangkan di Inggris. Mei lalu, sebelum memasuki arena pertandingan di Stadion Wembley, Khan dicemooh. Media sosial dipenuhi pelecehan rasis terhadap dirinya.

Andai waktu bisa ditukar, Muhammad Ali berada di puncak karier saat ini dan Amir Khan muncul tahun 70-an, petinju Muslim yang melegenda pasti bukan Ali tapi Khan. (inilah/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Erdogan bersama penulis (Agastya Harjunadhi)

Turki, Erdogan dan Inspirasi bagi Indonesia