Home / Berita / Nasional / Ulama se-Karawang Doakan Prabowo di Depan Ka’bah

Ulama se-Karawang Doakan Prabowo di Depan Ka’bah

Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. (tribunnews.com)
Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. (tribunnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Dukungan kepada pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Hatta pada pilpres 9 Juli mendatang terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk dari tokoh-tokoh Islam yaitu kiai dan ulama.

Dengan menggunakan sarung, baju koko dan kopiah, sekitar 100-an kiai atau alim ulama se-Karawang menyatakan deklarasi dukungannya untuk memenangkan Prabowo-Hatta.

Ketua Umum Organisasi Kiai dan Alim Ulama se-Karawang, Tatang Saifuddin mengatakan, dukungan yang diberikan ini karena Prabowo-Hatta adalah pemimpin yang amanah. Keduanya dinilai dapat membawa Indonesia berdaulat, adil, dan makmur.

“Pada deklarasi ini kami menyampaikan tiga poin penting dalam bentuk Piagam Deklarasi Dukungan Prabowo-Hatta,” ujar Tatang di Rumah Polonia, Cipinang Cimpedak, Jakarta, Sabtu (14/6/2014)

Dia menjelaskan ketiga poin dalam piagam itu, pertama, mewajibkan seluruh rakyat Indonesia untuk mensukseskan pemilu dan menggunakan hak pilihnya pada pilpres nanti.

Kedua, menghimbau untuk seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung capres dan cawapres yang terbaik, yaitu nomor 1, Prabowo-Hatta. Dan ketiga, mereka mendoakan Prabowo-Hatta dapat menjadi presiden dan wakil presiden yang berakhlak mulia.

“Selain tiga poin tersebut, beberapa di antara kami (kiai dan alim ulama se-Karawang) akan pergi umrah dan mendoakan kemenangan Prabowo-Hatta di depan Ka’bah,” tandasnya.  (inilah/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • perlu dikaji kembali penyematan alim ulama tsb. hal haram tdk mngkin bisa disatukan dg hal haram (syirik)

Lihat Juga

Jenderal Gatot: TNI Titipkan Keutuhan NKRI Pada Para Ulama