Home / Berita / Internasional / Afrika / Di Mauritania, Ratusan Tokoh Agama Mendesak Pusat Pendidikan Ulama Dibuka Kembali

Di Mauritania, Ratusan Tokoh Agama Mendesak Pusat Pendidikan Ulama Dibuka Kembali

Plakat Pusat Pendidikan Ulama di Mauritania. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Nouakchott. Sekitar 200 orang tokoh agama di Mauritania mendesak agar “Pusat Pendidikan Ulama” dibuka kembali. Aspirasi tersebut dialamatkan oleh mereka kepada Presiden Mohamed Ould Abdel Aziz.

Sebelumnya, Pusat Pendidikan Ulama ini ditutup oleh pemerintah dua pekan lalu. Pemerintah beralasan, penutupan dilakukan karena tempat tersebut menyebarkan paham radikal serta adanya kecurigaan terhadap sumber pendanaannya.

Para tokoh agama yang terdiri dari ustadz, penceramah dan imam masjid ini menyampaikan pesan agar tindakan sewenang-wenang terhadap lembaga yang dipimpin Syaikh Muhammad al-Hassan Walid al-Dido al-Shanqiti itu dihentikan.

Mereka juga mengingatkan pemerintah bahwa “pelecehan terhadap para ulama moderat akan memicu ekstremisme dan terorisme dan mengancam keamanan dan stabilitas negara”.

Syaikh Dido sendiri menyebut penutupan lembaganya merupakan “suatu yang mengejutkan dan tanpa kejelasan serta pembenaran”. Ia menegaskan, lembaganya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan negara maupun organisasi manapun.

Syaikh menjelaskan, lembaganya bergerak di bidang pendidikan Ilmu Syariat kepada masyarakat. Di dalamnya terdapat 45 ulama terkemuka Mauritania.

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Orang Dekat Muhammad bin Salman Ada di Konsulat Saudi di Istanbul saat Khashoggi Menghilang