Home / Berita / Internasional / Afrika / Pemerintah Kudeta Merasa Tidak Cukup Membungkam IM dengan Hukuman Mati

Pemerintah Kudeta Merasa Tidak Cukup Membungkam IM dengan Hukuman Mati

Prof. Muhammad Badie dan petinggi IM lainnya (onaeg)
Prof. Muhammad Badie dan petinggi IM lainnya (onaeg)

dakwatuna.com – Mesir. Tidak cukup dengan menjatuhkan hukuman mati kepada Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin (IM) dan ratusan anggota IM lainnya, pemerintah kudeta di Mesir mulai membidik harta kekayaan gerakan Islam terbesar di dunia tersebut.

Komite khusus pemerintah kudeta Mesir yang dipimpin Izzat Khamis mengumumkan bahwa pihaknya mengambil alih harta kekayaan 30 petinggi Ikhwanul Muslimin, 12 yayasan sosial IM, dan 6 perusahaan pribadi yang dimiliki petinggi IM.

Keputusan penyitaan dan pengambilalihan harta kekayaan, baik pribadi maupun organisasi IM, telah berulang kali dilakukan pemerintah kudeta sejak September 2013 lalu, di samping upaya-upaya meneror aktivis IM dengan aksi penangkapan, pemenjaraan, dan hukuman pidana seperti hukuman mati.

Meskipun demikian, berbagai langkah pemerintah kudeta tersebut tidak mampu mematikan langkah IM untuk terus mengobarkan revolusi menentang Abdul Fatah As-Sisi dan seluruh pendukungnya.

Aksi-aksi demonstrasi tetap berlangsung di berbagai daerah yang dilakukan pada malam hari dan setelah shalat subuh yang dilakukan secara spontan (flashmob). (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Lambang Jamaah Anshar Sunnah Al-Muhammadiyah (watantoday.net)

Pengadilan Administrasi Mesir Batalkan Penyitaan Kekayaan Anshar Sunnah oleh Kudeta

Organization